Wamenkeu Bahas Rencana Penerbitan Kangaroo Bond Dengan Australia

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025 - 21:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono mendiskusikan lebih lanjut terkait rencana penerbitan Kangaroo Bond, surat utang dalam bentuk mata uang dolar Australia, bersama Utusan Khusus Perdana Menteri Australia untuk Asia Tenggara, Nicholas Moore.

Dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, Kangaroo Bond merupakan instrumen fiskal yang bertujuan untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus memperluas basis investor global.

Selain itu, Kangaroo Bond juga menjadi simbol penguatan hubungan bilateral Indonesia–Australia yang telah terjalin erat selama lebih dari 75 tahun.

Di samping itu, Wamenkeu Thomas juga menyoroti peluang pengembangan zona ekonomi khusus keuangan dan pentingnya pembangunan talenta di sektor jasa keuangan sebagai pilar penting bagi peningkatan kepercayaan dan arus investasi ke dalam negeri.

Baca Juga :  Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Indonesia pun meyakini memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi salah satu hub keuangan skala global untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional melalui strategi pengembangan sektor keuangan yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Sebelumnya rencana penerbitan Kangaroo Bond telah diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (28/7).

Sri Mulyani menjelaskan timnya sedang melakukan pertemuan dengan investor di Australia sebagai bagian dari persiapan penerbitan Kangaroo Bond.

Baca Juga :  Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Kepastian penerbitan Kangaroo Bond nantinya akan dipengaruhi oleh informasi dan timbal balik dari pertemuan investor serta hasil penilaian yang sangat hati-hati terhadap kondisi pasar.

Apabila kondisi semuanya baik, kami berencana melakukan (penerbitan) pada bulan Agustus (2025),” kata Sri Mulyani.

Namun, Sri Mulyani menekankan penerbitan Kangaroo Bond akan dilakukan secara sangat hati-hati, mengingat penerbitan ini merupakan yang pertama.

Mengenai ukuran dan lainnya, ditunggu sampai keputusan dilakukan,” ujar Sri Mulyani.

Selain Kangaroo Bond, Indonesia juga memiliki rencana penerbitan Dim Sum Bond, obligasi berdenominasi yuan China. Namun, kepastiannya akan diungkapkan pada semester II mendatang. [Red]

BERITA LAINNYA

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Berita ini 7 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Rabu, 30 Juli 2025 - 21:04 WIT

Wamenkeu Bahas Rencana Penerbitan Kangaroo Bond Dengan Australia

Berita Terbaru

Eropa - Amerika

Gedung Putih Tegaskan Sikap Trump soal Greenland Tetap Sama

Jumat, 16 Jan 2026 - 12:19 WIT

error: Content is protected !!