InfoMatoa, (Merauke) | Pemerintah Provinsi Papua Selatan membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD-1) Kajian Pemetaan Geologi dalam Siklus Lingkungan Hidup Tahun 2025 di Hotel Sunny Day, Jalan Biak, Kabupaten Merauke, pada Senin (27/10) pukul 09.20 WIT. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat mitigasi bencana serta mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah Papua Selatan.
Drs. Agustinus Joko Guritno, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan, memimpin langsung pembukaan FGD di hadapan sekitar 40 peserta yang berasal dari unsur pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga penelitian. Turut hadir Yustisianus Wiwaron, Plh. Kepala Baperida Papua Selatan, Izak, Ketua LPPM Universitas Musamus, serta para kepala OPD terkait yang turut berkontribusi dalam diskusi.
Identifikasi Potensi Bencana dan Pemetaan Geologi
FGD ini berfokus pada pemetaan potensi bencana melalui identifikasi peta dasar geologi di Papua Selatan. Wilayah ini memiliki bentang alam yang sangat beragam, mulai dari pegunungan tinggi, rawa, pesisir, hingga dataran rendah. Karena itu, para peserta menekankan pentingnya strategi mitigasi yang adaptif terhadap risiko gempa bumi, tanah longsor, dan banjir. Selain itu, mereka juga menyoroti perlunya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan agar pembangunan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal strategis untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam penguatan mitigasi bencana di Papua Selatan.” ujar Drs. Agustinus Joko Guritno.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar hasil pemetaan dapat dimanfaatkan dalam kebijakan pembangunan yang tangguh terhadap bencana.
Menuju Pembangunan Daerah Berbasis Mitigasi
Melalui diskusi yang intens, peserta FGD menargetkan tersusunnya peta dasar geologi yang menggambarkan kondisi dan potensi bencana dari tingkat kampung hingga provinsi. Peta tersebut akan menjadi acuan penting dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Papua Selatan untuk membangun wilayah yang tangguh, lestari, dan berdaya saing. Acara berakhir dengan sesi diskusi kelompok yang menghasilkan sejumlah rekomendasi teknis guna mendukung rencana pembangunan berkelanjutan di masa depan. [Red]









