InfoMatoa, (Supiori) | Tradisi adat kembali menjadi jalan penghubung antara masyarakat dan negara. Bertempat di Kampung Masram, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, digelar acara adat penyerahan lahan kepada TNI Angkatan Darat untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 859/RBK. (1/10)
Dalam sambutannya, Ismail Pariaribo mewakili keluarga besar menyatakan bahwa tanah seluas 10 hektare yang diserahkan bukan hanya sebidang lahan, melainkan komitmen masyarakat adat untuk mendukung pembangunan di Supiori.
“Kami menyerahkan tanah ini dengan ikhlas. Pembangunan Yonif TP akan membuka lapangan kerja, meningkatkan perekonomian, serta memberi harapan baru bagi anak-anak Supiori. Kami juga berharap putra-putri daerah diberikan kesempatan lebih besar untuk bergabung dengan TNI,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 1708/BN Letkol Kav. John Alberth Suweny menegaskan bahwa Yonif TP yang akan dibangun bukanlah satuan tempur murni, melainkan satuan yang berfokus pada pembinaan teritorial dan mendukung pembangunan daerah. Dengan jumlah personel 900–1000 orang, kehadiran satuan ini diharapkan menjadi magnet baru bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial di Supiori.
“TNI hadir bukan untuk mengambil, melainkan untuk membangun dan tumbuh bersama masyarakat Supiori,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Supiori Heronimus Mansoben mengapresiasi ketulusan keluarga pemilik hak ulayat dalam menyerahkan lahan adat. Menurutnya, pembangunan Yonif TP akan mempercepat kemajuan daerah, mempererat hubungan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, serta membuka peluang bagi generasi muda Supiori untuk berkarier di TNI.
“Penyerahan lahan ini bukan soal uang, tetapi soal komitmen bersama membangun Supiori,” kata Bupati.
Penyerahan lahan seluas 10 hektare ini menjadi tonggak penting bagi pembangunan Yonif TP 859/RBK, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan wilayah, mendukung pembangunan daerah, serta membuka peluang kesejahteraan baru bagi masyarakat Supiori. [Red]









