InfoMatoa, (Deiyai) | Pemerintah Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat upaya penanganan stunting dan gizi buruk, khususnya di kalangan anak-anak dan ibu hamil. Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang kini menyasar langsung anak-anak usia sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Deiyai, Mando Mote, menyatakan bahwa sektor kesehatan anak dan ibu menjadi prioritas utama setelah dirinya dipercaya memimpin Dinkes oleh Bupati Deiyai.
“Ketika saya diberi kepercayaan sebagai kepala dinas, kami langsung melihat bahwa masalah kesehatan yang paling mendesak di Deiyai adalah stunting dan gizi buruk, terutama pada anak dan ibu hamil,” ujar Mando saat ditemui, Jumat (1/8).
Ia menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara instan atau hanya mengandalkan kegiatan sesekali. Dinkes Deiyai menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan pada tahun 2026.
“Kami ingin penanganan ini menjadi program berkelanjutan. Tidak cukup hanya dengan satu dua kali kegiatan. Harus masif dan konsisten,” tegasnya.
Program PKG menjadi salah satu strategi utama. Hampir seluruh puskesmas di Deiyai telah melaksanakan program ini dengan capaian yang menggembirakan. “Ada hampir 10 puskesmas yang sudah capai 100 persen pelaksanaan PKG. Kepala-kepala puskesmas sangat aktif dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Yang menarik, pelaksanaan PKG kini diperluas ke sekolah-sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD), terutama di wilayah seperti Waghete yang telah menerapkan program secara intensif.
“Tim kesehatan kami sudah turun langsung ke sekolah-sekolah. Ini penting bukan hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga untuk deteksi dini masalah gizi,” jelas Mando.
Selain pemeriksaan, Dinkes Deiyai juga telah menyalurkan makanan tambahan seperti bubuk kacang, bubur, telur, serta suplemen gizi untuk bayi, balita, dan ibu hamil. Distribusi ini akan terus diperluas ke seluruh wilayah puskesmas di kabupaten.
Sebagai bagian dari strategi pencegahan, Dinkes juga menggelar edukasi gizi dan sosialisasi pola makan sehat kepada masyarakat.
“Masyarakat perlu punya pengetahuan dasar soal gizi—tentang pola makan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan memastikan anak-anak mendapatkan asupan yang cukup. Kalau ini dipahami, kita bisa menekan angka stunting,” pungkasnya.(Red)









