InfoMatoa, (Jayapura) | Tim SAR Gabungan terus memperluas upaya pencarian terhadap dua nelayan asal Hamadi, Kota Jayapura. Kedua nelayan tersebut hilang saat melaut sejak Senin pekan lalu. Memasuki hari ketiga pada Selasa (13/1), tim memutuskan untuk memperluas area operasi. Kini, jangkauan pencarian tersebut mencapai perairan perbatasan Indonesia dan Papua Nugini (PNG).
Koordinasi Lintas Batas dan Diplomasi
Tim menyisir titik-titik koordinat yang menjadi lokasi terakhir kontak kedua nelayan tersebut. Kepala SAR Jayapura Anton Sucipto mengatakan tim terus menjalankan operasi pencarian secara intensif. Bahkan, jangkauan operasi kini menyentuh perairan perbatasan negara tetangga.
“Operasi pencarian terhadap kedua korban terus kami lakukan. Bahkan Tim SAR Gabungan kini memperluas pencarian hingga ke perairan perbatasan antara RI dan PNG,” ujarnya, Selasa.
Kantor SAR Jayapura juga menjalankan langkah diplomasi yang strategis. Pihaknya berkoordinasi secara intensif bersama pihak Konsulat PNG. Langkah ini merupakan antisipasi jika arus membawa nelayan masuk ke wilayah Papua Nugini. Strategi tersebut bertujuan agar proses penanganan berlangsung efektif serta terkoordinasi.
“Operasi hari ketiga belum membuahkan hasil. Namun kami sudah berkoordinasi dengan Konsulat RI di Vanimo. Mereka akan melapor jika menemukan nelayan tersebut di perairan PNG,” tambah Anton.
Kendala Cuaca Ekstrem di Utara Papua
Anton mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi kendala utama dalam pencarian. Tim menghadapi tantangan berupa angin kencang serta gelombang tinggi di lapangan. Saat ini, gelombang air laut mencapai ketinggian dua meter. Selain itu, wilayah utara Papua memiliki arus yang sangat kuat. Hal ini menyulitkan pergerakan tim SAR di lokasi pencarian.
“Pencarian hari ini masih berlangsung. Namun tim di lapangan terkendala gelombang setinggi dua meter,” ujarnya. “Wilayah utara Papua mengalami arus kuat karena angin kencang. Kondisi ini menyulitkan operasi pencarian kami,” tambahnya.
Kedua nelayan yang hilang merupakan warga bernama Agus Salim (30) dan Sa’dai (40). Mereka melaut sejak Senin (5/1) untuk mencari ikan di perairan Jayapura. Namun, keduanya belum kembali hingga Minggu (11/1). Pihak keluarga juga tidak menerima kabar keberadaan mereka hingga saat ini. Akhirnya, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Jayapura.
Operasi ini melibatkan puluhan personel dari Basarnas dan Polairud Polda Papua. Pihak keluarga korban juga turut serta membantu proses pencarian di lapangan. Seluruh pihak terus berupaya secara maksimal dalam pencarian ini. Mereka berharap dapat menemukan kedua nelayan tersebut dalam keadaan selamat. [Red]









