InfoMatoa, (Jayapura) | Pemerintah Provinsi Papua kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) di Bumi Cenderawasih. Melalui Penjabat Gubernur Agus Fatoni, Pemprov menyalurkan bantuan pendidikan dan keagamaan di Kota Jayapura, sebagai langkah strategis memutus mata rantai kemiskinan.
Bantuan diberikan kepada tiga institusi pendidikan dan keagamaan, yakni Asrama Putri Katolik Caritas Dok V, Pondok Pesantren DDI Entrop, serta Asrama Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Baptis Papua. Selain uang tunai, Pemprov juga menyalurkan kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan bahan makanan lainnya. Dukungan ini diharapkan meringankan beban sehari-hari agar para siswa dan santri bisa fokus menempuh pendidikan.
“Pendidikan adalah investasi terbaik dan cara paling efektif untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan pendidikan yang baik, seseorang bisa mendapatkan pekerjaan layak dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga maupun masyarakat,” tegas Gubernur Fatoni.
Ia juga menekankan bahwa alokasi anggaran pendidikan di Papua tidak main-main. Pemprov mengalokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk sektor ini, di luar program nasional yang sudah berjalan.
Dalam kunjungannya, Fatoni mengaku terkesan dengan semangat belajar para pelajar Papua. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki tekad kuat untuk maju.
“Semua ingin berubah menjadi lebih baik. Ini adalah tanda bahwa ke depan, Papua akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.
[Red]









