InfoMatoa, (Kota Jayapura) | Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua memperkuat sinergi lintas lembaga untuk menjaga kelestarian satwa liar di Tanah Papua. Upaya ini diwujudkan melalui Diskusi Multipihak Pengawasan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Hotel Suni & Convention Abepura, Jayapura.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala BBKSDA Papua Johny Santoso dan dihadiri 50 peserta dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga adat, serta mitra konservasi.
Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan
Dalam sambutannya, Johny menegaskan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan pelestarian keanekaragaman hayati. Ia menilai, perlindungan alam Papua hanya dapat berjalan bila semua pihak terlibat aktif.
“Kami berharap kegiatan ini memperkuat koordinasi dan mempertegas komitmen bersama menjaga kekayaan hayati Papua,” ujar Johny.
Selain itu, Johny meminta setiap instansi meningkatkan patroli lapangan dan memperluas edukasi masyarakat. Dengan langkah konkret itu, upaya konservasi dapat berjalan lebih efektif.
Kerja Sama Lintas Sektor Hadapi Perdagangan Ilegal
Sementara itu, Advisor Senior Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Richard Stephen Moore, menyoroti maraknya penyelundupan satwa endemik Papua. Menurutnya, tanpa kolaborasi lintas sektor, praktik ilegal tersebut akan terus berulang.
Karena itu, Richard mengajak semua pihak memperkuat koordinasi. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat adat memegang peran penting sebagai penjaga hutan dan habitat satwa liar.
Kemudian, para tokoh adat serta aparat penegak hukum sepakat menindak tegas pelaku perdagangan satwa liar. Mereka menilai pengawasan yang konsisten akan mengurangi ancaman terhadap keanekaragaman hayati.
Deklarasi Bersama Lindungi Alam Papua
Sebagai langkah akhir, peserta menandatangani Deklarasi Bersama Pengawasan Peredaran TSL Papua. Penandatanganan ini melibatkan BBKSDA Papua, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua, serta Balai Gakkum Wilayah Maluku dan Papua.
Melalui deklarasi ini, seluruh lembaga berkomitmen memperkuat pengawasan, memperluas sosialisasi, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat. Dengan demikian, kekayaan alam Papua tetap terjaga untuk generasi berikutnya.
[Red]









