InfoMatoa, (Jayapura) | Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jayapura menggelar Gebyar Pasar Murah bertema “Sinergi Bersama untuk Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan” di Venue Layar Asrama TNI-AL Hamadi, Distrik Jayapura Selatan. Kegiatan ini dipimpin oleh Desi Kresna Kaaf, Kasubdit Perencanaan Usaha Ekonomi, dan melibatkan lima stan dari instansi serta lembaga penyedia bahan pokok, yaitu Dinas Pertanian, Dinas Perindakop, Dinas Perikanan, Perum Bulog, dan SAGA Entrop.
Produk dan Harga Terjangkau
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga lebih murah. Dinas Perindakop, misalnya, menawarkan paket sembako seharga Rp75.000 berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula 1 kilogram. Dinas Pertanian serta Dinas Perikanan juga menghadirkan produk lokal seperti ayam, cabai, dan ikan cakalang dengan harga di bawah pasaran. Sementara itu, Perum Bulog menyiapkan beras program SPHP dan minyak goreng bersubsidi yang menjadi daya tarik utama bagi warga.
Dampak dan Komitmen TPID
Gebyar Pasar Murah menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan inflasi. TPID berkomitmen memastikan pasokan pangan tetap tersedia agar harga kebutuhan pokok tidak melonjak menjelang akhir tahun. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah.
Rencana Kegiatan Berikutnya
TPID merencanakan kegiatan serupa pada 19–21 November 2025 di halaman kantor distrik se-Kota Jayapura. Dengan langkah ini, manfaat pasar murah diharapkan menjangkau lebih banyak masyarakat di setiap wilayah kota. Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Jayapura terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan rakyat dan mendukung stabilitas ekonomi daerah. [Red]









