InfoMatoa, (Kab. Boven Digoel) | Pemerintah Kabupaten Boven Digoel didorong untuk menambah jumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) guna mengoptimalkan layanan kesehatan. Ini khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah terpencil.
Penambahan fasilitas ini dinilai penting, untuk memangkas jarak tempuh masyarakat saat membutuhkan layanan kesehatan dasar. Hal ini disampaikan oleh Emiliana Tenop, anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRK Boven Digoel saat bacakan hasil Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRK hasil Reses Ke II Tahun 2025.
Menurut Emiliana, meskipun tingkat kesadaran masyarakat untuk berobat cukup tinggi, namun minimnya fasilitas pelayanan kesehatan serta jauhnya jarak antarwilayah menjadi kendala utama. Banyak warga harus menempuh perjalanan sangat lama, hanya untuk mengakses layanan di puskesmas atau rumah sakit terdekat.
“Jumlah Kunjungan Masyarakat untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan sangat tinggi. Namun ketersediaan Fasilitas Pelayanan dan jangkauan sangat Jauh sehingga dipandang perlu menyediakan Tempat Pelayanan ditingkat kampung,” ujarnya saat bacakan hasil Pokir anggota DPRK, Jumat (1/8/2025).
Penambahan Pustu bukan hanya soal jarak, tetapi juga soal efisiensi biaya dan waktu. Dengan fasilitas yang lebih dekat, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk transportasi hanya demi mendapat pelayanan dasar seperti imunisasi, pengobatan ringan, atau pemeriksaan kehamilan.
Pemerintah Daerah diharapkan segera menjadikan hal ini sebagai prioritas pembangunan kesehatan tahun depan. Selain itu, penyebaran tenaga medis dan pengadaan sarana penunjang di Pustu yang ada juga perlu menjadi perhatian serius. (Red)









