Food Estate Wanam Merauke Capai 78%: Papua Selatan Kian Siap Jadi Lumbung Pangan Nasional

- Jurnalis

Minggu, 14 September 2025 - 19:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Merauke) | Pemerintah melalui Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Berdasarkan laporan update data terbaru, proyek yang digarap PT Jhonlin Group bersama mitra kerja strategis ini meliputi pembangunan infrastruktur jalan, pembukaan lahan pertanian, dan pembangunan pelabuhan baru yang kini telah mencapai tahap akhir. (14/9)

Laporan mencatat panjang rintis jalan penghubung Wanam–Merauke telah mencapai 53,47 km, dengan pengerjaan parit sepanjang 39,49 km—bertambah 0,37 km dari laporan sebelumnya. Jalan yang telah diperkeras juga meningkat menjadi 11,53 km (bertambah 0,56 km). Pembukaan lahan telah mencapai 7.892 hektare, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan. Selain itu, pekerjaan susun mating mencapai 26,08 km, sedangkan pelapisan mating bertambah menjadi 0,82 km.

Baca Juga :  Bupati Waropen Tinjau Langsung Proyek Bandara Botawa, Tekankan Sinergi Adat dan Pembangunan

Pada ruas jalan Km 38–Km 53, medan rawa menjadi tantangan terbesar. Untuk mengatasinya, dilakukan penimbunan tanah sepanjang 15 km agar akses alat berat dan kendaraan pendukung proyek dapat terjamin.

Untuk pencetakan sawah, telah terealisasi total 10 hektare lahan siap tanam (100%). Desain cetak sawah PSP mencatat penyelesaian parit primer hingga 90% (560 m), parit sekunder 100% (2.000 m), serta jalan usaha tani 100% (1.000 m). Ini menunjukkan kesiapan infrastruktur irigasi dan transportasi pertanian guna mendukung produksi pangan.

Sebanyak 311 excavator, 7 dozer, 50 dump truck, serta sejumlah alat berat lainnya dikerahkan untuk mempercepat progres. Selain PT Jhonlin Group, proyek ini juga didukung oleh beberapa perusahaan dan instansi, seperti Artha Sari Mulia (Subkontraktor Sany), Dasar Harapan Papua (Subkontraktor Komatsu), PT Wika Karya Rekayasa Konstruksi, serta Batalyon Infanteri TP 801/Nduka Adyathama Yudha.

Baca Juga :  Musyawarah Mufakat Lahirkan Pemimpin Baru PHBI dan LPTQ Kabupaten Mappi

Pembangunan pelabuhan baru di Kampung Wanam—yang menjadi simpul distribusi logistik hasil Food Estate—telah mencapai 78%. Rinciannya, fabrikasi precast selesai 100%, sedangkan pemasangan trestle mencapai 76,60% (bertambah signifikan 66,45%). Pada sektor mekanikal, fabrikasi struktur baja selesai 100%, fabrikasi brecing 63,82% (bertambah 47,82%), sementara instalasi brecing baru mencapai 7,24%. Pekerjaan sipil (piling) sudah mencakup 222 dari 399 titik(56%), bertambah 94 titik sejak laporan terakhir. [Red]

BERITA LAINNYA

Polres Mappi Perkuat Tata Kelola Anggaran Lewat Sosialisasi DIPA 2026
Raker Perdana KPPS 2025–2030 Dibuka, Pemuda Papua Selatan Didorong Jadi Motor Pembangunan
Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga
Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa
Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan
DPRD Merauke Minta Reklamasi Pantai Lampu Satu Dikaji Menyeluruh Libatkan Tokoh Adat
PT ACP Umumkan Rencana Penanaman Baru Sawit di Merauke Mulai 2026
Prosesi Adat Pencabutan Salib Digelar, Pembangunan PSN di Wanam Kembali Berjalan
Berita ini 27 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:38 WIT

Raker Perdana KPPS 2025–2030 Dibuka, Pemuda Papua Selatan Didorong Jadi Motor Pembangunan

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:08 WIT

Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:07 WIT

Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:50 WIT

Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan

Senin, 12 Januari 2026 - 09:12 WIT

DPRD Merauke Minta Reklamasi Pantai Lampu Satu Dikaji Menyeluruh Libatkan Tokoh Adat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!