InfoMatoa, (Mimika) | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika berencana membangun 21 Bank Sampah di setiap kelurahan dalam wilayah Kota Timika. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kepala DLH Mimika, Jefri Deda, menjelaskan Bank Sampah akan menampung sampah yang masih bisa didaur ulang, terutama plastik. Dengan begitu, masyarakat bisa memperoleh keuntungan hanya dengan mengumpulkan dan menjual sampah plastik.
“Makanya nanti sebelum dibuang itu dipilah dulu dari rumah tangga. Yang bisa dijual ke Bank Sampah silakan bawa, sementara yang tidak bisa, seperti sampah makanan, bisa dibawa ke Rumah Kompos untuk dijadikan pupuk,” ujar Jefri di Timika, (18/9).
Untuk sampah plastik tertentu, seperti kantong kresek, DLH Mimika juga menyiapkan Pusat Daur Ulang (PDU) yang akan mengolahnya menjadi batako maupun paving block.
Menurut Jefri, upaya ini sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Distrik Iwaka yang kian terbatas. Saat ini, produksi sampah di Mimika mencapai 93 ton per hari, jumlah yang dinilai sangat besar dibanding luas lahan TPA yang tersedia.
“Buktinya kalau hujan, drainase pasti tersumbat. Sampah yang ada bisa berkurang kalau kita rangsang masyarakat dengan insentif. Jadi sampah bukan masalah, tapi bisa jadi berkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, nantinya setiap kilogram sampah yang disetor ke Bank Sampah akan dibeli dengan harga Rp1.500.
“Harapannya, dengan adanya Bank Sampah, masyarakat semakin sadar menjaga kebersihan dan bisa memperoleh manfaat ekonomi sekaligus,” pungkasnya.
[Red]









