InfoMatoa, (Mimika) | Dikutip dari laman resmi www.bmkg.go.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kecepatan angin di Kabupaten Mimika. Hembusan angin tersebut mencapai 8 kilometer per jam berdasarkan prakiraan cuaca terbaru pada Selasa (13/1). Petugas memantau arah angin bertiup dari barat daya dengan tingkat kelembapan udara mencapai 97 persen.
BMKG menilai kecepatan angin tersebut masih berada dalam kategori normal. Namun, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat agar mengantisipasi dampak buruk cuaca. Fokus kewaspadaan tertuju pada pengendara roda dua, nelayan tradisional, serta warga pesisir.
“Angin dengan kecepatan tersebut dapat memengaruhi kenyamanan aktivitas masyarakat, meski secara umum masih dalam kategori aman,” jelas BMKG.
Dampak Angin Kencang dan Kerusakan Bangunan di Timika
BMKG mencatat jarak pandang horizontal di wilayah Mimika lebih dari 10 kilometer. Hal ini menandakan kondisi transportasi darat maupun udara masih relatif aman bagi publik. Meski begitu, warga perlu terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi secara rutin. Perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat, terutama saat hujan menyertai hembusan angin.
Angin kencang pada Selasa malam merusak beberapa bangunan warga di kawasan Timika. Erlin, seorang warga Irigasi, menceritakan atap rumahnya langsung copot akibat terjangan angin tersebut. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 22.30 WIT dan memicu kepanikan warga sekitar. Suara gemuruh dari atap rumah juga menjadi perbincangan luas di media sosial.
Peringatan Dini Siklon Tropis dan Gelombang Tinggi Biak
BMKG Stasiun Meteorologi Frans Kaisiepo Biak turut memberikan peringatan dini bagi masyarakat setempat. Mereka mewaspadai potensi angin kencang serta gelombang tinggi untuk beberapa hari ke depan. Prakirawan Suko Abdi menjelaskan bahwa bibit siklon tropis 91W memengaruhi kondisi tersebut. Fenomena ini berada di Samudera Pasifik utara Papua dekat wilayah Filipina.
“Bibit siklon tropis 91W menyebabkan terjadinya angin kencang di wilayah Biak dan sekitarnya, dengan arah angin dominan dari barat dan kecepatan berkisar antara 15 hingga 25 knot,” kata Suko Abdi, Selasa (13/1).
Suko menambahkan bahwa hembusan angin kuat membuat cuaca Biak cenderung cerah. Kondisi ini akan bertahan selama dua hingga tiga hari ke depan. Namun, potensi hujan akan meningkat secara signifikan dalam sepekan mendatang. Hal ini terjadi saat angin mulai melemah dan memungkinkan penumpukan awan.
“Potensi hujan biasanya terjadi pada malam hingga dini hari, saat angin melemah sehingga memungkinkan terjadinya penumpukan awan,” ujarnya.
Selain itu, BMKG Biak mendeteksi peningkatan tinggi gelombang laut yang cukup signifikan. Ketinggian ombak mencapai 1,75 hingga 2,5 meter di perairan Biak bagian utara. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan tinggi dari para nelayan serta pelaku pelayaran. Meskipun begitu, pihak BMKG memprediksi gelombang akan mulai melemah pada hari keempat. [Red]









