InfoMatoa, (Merauke) | Pemerintah Kabupaten Merauke meresmikan Tugu Izakod Bekai Izakod Kai sebagai simbol persatuan dan jati diri masyarakat Bumi Animha. Kegiatan berlangsung di Jalan Poros Tujuh Wali-Wali – Veteran, Kelurahan Kamundu, Distrik Merauke pada Sabtu (25/10). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan yang telah lama menjadi fondasi kehidupan warga Merauke. Selain itu, pemerintah berharap monumen ini menjadi penanda sejarah bagi generasi mendatang.
Simbol Satu Hati dan Satu Tujuan
Peresmian dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Merauke, H. Beni Malik, yang hadir bersama Kepala Kelurahan Kamundu, Abieser Awibouw Yogi, AP, M.Si., serta tokoh masyarakat dan unsur pemerintah daerah. Terlebih lagi, kegiatan ini mempertegas komitmen untuk menjaga identitas lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Pemerintah melihat kehadiran tugu ini sebagai ruang publik yang menghidupkan kembali nilai kebersamaan.
Dalam sambutannya, H. Beni Malik menegaskan bahwa tugu tersebut tidak hanya menjadi bangunan fisik. Nilai dalam filosofi Izakod Bekai Izakod Kai mengandung makna mendalam yang harus hidup dalam tindakan sehari-hari masyarakat.
“Tugu ini menjadi simbol bagi kita semua untuk hidup dalam kebersamaan dan saling menghargai. Dengan hati yang baik, tutur kata dan perilaku kita mencerminkan nilai persaudaraan.” ujarnya.
Selanjutnya, ia mengajak masyarakat menjaga tugu sebagai warisan serta kebanggaan Bumi Animha. Selain menjadi pengingat nilai persaudaraan, monumen ini juga berpeluang menjadi destinasi wisata lokal yang menarik bagi pengunjung dari luar daerah.
“Mari kita rawat dan manfaatkan tugu ini sebagai ruang refleksi dan persatuan. Semoga Bumi Animha semakin maju dengan masyarakat yang bersatu dan saling menghormati.” tambahnya.
Ikon Baru Bagi Masyarakat Animha
Acara peresmian berlangsung khidmat karena seluruh peserta memanjatkan doa bersama sebagai wujud pengharapan akan kedamaian dan kemajuan Merauke. Setelah itu, panitia melepaskan balon ke udara sebagai simbol kebersamaan dan cita-cita masyarakat dalam membangun daerah secara berkelanjutan. Seluruh rangkaian ini menghadirkan momentum penguatan rasa persatuan di tengah keberagaman.
Masyarakat menginginkan tugu Izakod Bekai Izakod Kai mempertegas identitas dan karakter mereka yang selalu menjunjung tinggi semangat persatuan. Pada akhirnya, warga Bumi Animha meyakini diri mereka mampu melangkah menuju masa depan yang lebih maju melalui tekad yang satu dan langkah yang sejalan. Dengan demikian, makna “Satu Hati, Satu Tujuan” terus hidup dalam kehidupan sehari-hari warga Merauke. [Red]









