InfoMatoa, (Merauke) | Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau lokasi pembangunan kampus sekaligus tempat tinggal Tim Ekspedisi Patriot (TEP) di wilayah Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Lahan seluas 16 hektare itu direncanakan menjadi pusat kegiatan mahasiswa sekaligus masyarakat setempat.
Mentrans menilai, keberadaan kampus dan mess TEP akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan transmigrasi Salor bisa berkembang dengan pesat. Dengan adanya ibu kota pemerintahan Papua Selatan yang ada di kawasan transmigrasi Salor,” ujar Iftitah saat meninjau lokasi, Minggu (21/9), sebagaimana dilansir KBRN Merauke.
Untuk mendukung penyediaan kebutuhan akademik, Iftitah menyebut pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Rencananya, kampus tersebut akan menampung sekitar 300–400 mahasiswa program magister (S2) dengan jurusan yang berfokus pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
“Rencana kami ada sekitar 300–400 mahasiswa S2 yang akan berada di sini, jurusannya masih sedang dirumuskan. Dengan perguruan tinggi dalam naungan Kemendikti Saintek, mungkin nanti jurusan-jurusan terkait STEM,” jelas Mentrans.
Sementara itu, salah satu peserta TEP, Ryvelyno, mengapresiasi langkah pemerintah membangun Papua melalui program transmigrasi. Mahasiswa Universitas Musamus asal Papua ini berharap kehadiran kampus dan TEP di Merauke dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal.
“Senang dan bangga sebagai orang Papua, karena bisa hadir tim ekspedisi di tanah Papua khususnya di Merauke, Papua Selatan. Harapan saya mungkin lebih meningkatkan kualitas orang asli Papua untuk lebih maju lagi ke depan,” ujarnya.
[Red]









