InfoMatoa, (Merauke) | Konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait rencana pembangunan Bandara Wanam digelar di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke. Acara ini diprakarsai oleh Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Satuan Kerja Direktorat Bandar Udara, dan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta perwakilan pemerintah. (1/10)
Acara ini dibuka dengan sambutan Kepala Kampung Nakias, Semuel Mahuze. Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah, konsultan, dan masyarakat agar pembangunan bandara tidak menimbulkan kesalahpahaman .Dalam paparannya, konsultan publik Slamet Jaya Sukmana menjelaskan bahwa pembangunan Bandara Wanam dengan lahan sekitar 500 hektare dan landasan pacu sepanjang 1.800 meter masuk kategori AMDAL A dan wajib mendapat penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Namun, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan keberatan. Salah satu tokoh adat, menegaskan agar pihak pemerintah maupun perusahaan terlebih dahulu meminta izin resmi kepada pemilik tanah ulayat sebelum memulai proyek. Ia juga berharap Bupati dan Gubernur turun langsung dalam sosialisasi agar masyarakat tidak merasa diabaikan.
Hal senada disampaikan oleh Ketua LMA setempat. Ia menyoroti minimnya sosialisasi yang sering menimbulkan kekecewaan di kalangan warga.
“Masyarakat Papua pada dasarnya terbuka, tapi ketidaktahuan akibat kurangnya sosialisasi sering membuat mereka kecewa. Pemerintah harus hadir langsung,” tegasnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak konsultan menyatakan akan menyampaikan seluruh masukan masyarakat kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti. Aparat TNI yang hadir juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan percaya bahwa suara mereka akan diperhatikan dalam proses AMDAL.
Rencana pembangunan Bandara Wanam sendiri merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan. Jika terwujud, bandara ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah terpencil, membuka akses transportasi udara, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. [Red]









