InfoMatoa, (Merauke) | Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I Tingkat Provinsi Papua Selatan resmi dibuka pada Minggu (5/10) di Gereja St. Yosep Bambu Pemali, Keuskupan Agung Merauke.
Acara tersebut dipimpin oleh Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, dan dihadiri sekitar 1.000 umat serta undangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Gubernur Papua Selatan Dr. Ir. Apolo Safanpo, Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus Silvinus Silubun, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, serta sejumlah pejabat pemerintah, tokoh agama, dan pimpinan OPD Provinsi Papua Selatan.
Dalam sambutannya, Ketua LP3KD Papua Selatan menyampaikan, “Pesparani bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi momentum membangun spiritualitas, memperkuat persaudaraan, dan merajut kebersamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Tema tahun ini mengajak kita bersatu dalam lagu untuk melahirkan generasi emas Papua yang berkarakter.”
Uskup Mandagi menambahkan, “Kita percaya, setiap suara yang kita lantunkan adalah doa yang naik ke hadapan Tuhan. Yang terpenting bukanlah kemenangan, tetapi kesetiaan dan keindahan dalam mempersembahkan yang terbaik bagi kemuliaan-Nya.”
Sementara itu, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan bahwa Pesparani 2025 memiliki makna lebih luas dari sekadar kompetisi.
“Pesparani adalah festival budaya dan perekat persaudaraan yang mulia. Melalui nyanyian, kita merayakan iman sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di Bumi Anim Ha,” ujarnya.
Dengan tema “Bersatu Dalam Lagu, Membangun Generasi Emas Papua Berkarakter di Bumi Anim Ha”, Pesparani 2025 diharapkan menjadi momentum bagi umat Katolik untuk meneguhkan iman, melestarikan seni musik gereja, serta mempererat ikatan sosial masyarakat Papua Selatan.
Acara ditutup dengan prosesi ceremony, foto bersama, menyanyikan lagu “Tanah Papua”, dan ramah tamah. [Red]









