InfoMatoa, (Waropen) | Panitia Pelaksana Musyawarah Besar (Mubes) Masyarakat Adat Waropen resmi mengumumkan jadwal baru pelaksanaan Mubes IV. Pengumuman itu dilakukan melalui rapat evaluasi dan koordinasi yang berlangsung di Gedung Serba Guna Gereja Imanuel Nobaro, Kampung Batu Zaman, Distrik Waropen-Bawah, Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, pada Senin (21/10). Kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam menyatukan langkah panitia sebelum memasuki tahap akhir persiapan.
Rapat Evaluasi dan Keputusan Strategis
Suasana rapat berjalan dinamis dan produktif. Setiap bidang menyampaikan laporan perkembangan sekaligus kendala teknis di lapangan. Setelah mempertimbangkan berbagai masukan, panitia akhirnya menetapkan perubahan jadwal Mubes IV dari rencana semula 27–30 Oktober 2025 menjadi 12–15 November 2025. Kegiatan akbar ini akan dilaksanakan di Hotel Merpati, Kampung Paradoi, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen.
Ketua Panitia, Andre Wonatorei, menegaskan bahwa perubahan jadwal bertujuan memberi waktu tambahan untuk memantapkan semua persiapan.
“Koordinasi antarbidang harus semakin kuat agar pelaksanaan Mubes IV benar-benar mencerminkan semangat persatuan dan tanggung jawab masyarakat adat Waropen.“ujarnya.
Dukungan Pemerintah dan Mitra Pusat
Dalam rapat tersebut, Andre juga menegaskan komitmen kerja sama dengan sejumlah kementerian. Dukungan datang dari Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Dalam Negeri yang menilai Mubes IV sebagai upaya memperkuat eksistensi lembaga adat di Tanah Papua. Andre berharap kolaborasi tersebut mendorong masyarakat adat Waropen untuk meneguhkan perannya dalam pembangunan daerah serta menjaga nilai-nilai budaya warisan leluhur.
Langkah Lanjutan Menuju Pelaksanaan
Sebagai tindak lanjut, panitia segera menyiapkan Rencana Kebutuhan Anggaran (RKA) dan menyerahkannya kepada Pemerintah Kabupaten Waropen. Selain itu, tim teknis juga mulai mendata sejarah keret atau marga di setiap suku sebagai dokumen resmi Mubes IV. Upaya ini menunjukkan keseriusan panitia dalam memastikan pelaksanaan Mubes berlangsung tertib, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat adat.
Dengan semangat kebersamaan yang terus tumbuh, masyarakat adat Waropen meneguhkan tekad untuk menjadikan Mubes IV sebagai momentum kebangkitan budaya dan jati diri mereka. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai adat tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan solidaritas masyarakat di Kabupaten Waropen. [Red]









