InfoMatoa, (Mamberamo Tengah) | Ribuan umat Nasrani dari lima distrik di Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, berkumpul di Distrik Kobakma untuk merayakan peresmian Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Wilayah Bogo – Klasis Koma Jemaat Siloam Gimbis pada Sabtu (25/10). Ibadah Syukur penuh sukacita ini menegaskan kebersamaan yang terus terjaga di tengah pertumbuhan pembangunan rohani masyarakat.
Harmoni Adat dan Iman Mewarnai Peresmian Gereja
Sejak pagi, para tokoh masyarakat, pemuda, dan mama-mama gereja mulai mempersiapkan pelaksanaan tradisi adat Bakar Batu. Mereka memasak bersama sebagai wujud syukur serta sambutan terhadap peristiwa besar keagamaan yang sangat berarti. Selain itu, tradisi ini memperlihatkan penghormatan mendalam kepada nilai budaya Pegunungan Papua yang selalu menyatu dengan kehidupan iman.
Sekitar pukul 11.48 WIT, Wakil Bupati Mamberamo Tengah, Itaman Tagho, S.Sos., tiba bersama rombongan. Kehadiran mereka langsung disambut tarian adat meriah yang menunjukkan semangat masyarakat dalam menyokong perkembangan gereja. Sementara itu, antusiasme jemaat semakin meningkat menjelang ibadah dimulai.
Ibadah Syukur dimulai pukul 11.53 WIT dengan lantunan pujian yang menggema dalam sukacita. Selanjutnya, anak-anak sekolah Minggu mempersembahkan tarian budaya yang menyentuh hati jemaat. Kemudian, Wakil Ketua Klasis Koma, Pdt. Larson Endambia, S.Th., menyampaikan Firman Tuhan dari 1 Korintus 3:10–17 yang menegaskan pentingnya dasar iman yang kokoh.
Pemerintah dan Gereja Bersinergi Membangun Iman Jemaat
Puncak peresmian terjadi saat Wakil Bupati menyerahkan kunci gereja langsung kepada Ketua Klasis Koma, Pdt. Andrian Pagawak, S.Th. Momen penuh harapan ini memperlihatkan komitmen pemerintah mendampingi gereja dalam meningkatkan kualitas spiritual dan karakter warga.
“Pemerintah dan gereja terus berjalan bersama membina moralitas serta karakter masyarakat. Semoga Gereja Siloam Gimbis semakin mempersatukan umat dan memperkuat iman kepada Tuhan,” ujar Itaman Tagho.
Acara berlangsung aman hingga penutupan pada pukul 13.15 WIT. Seluruh jemaat kemudian menikmati ramah tamah melalui tradisi Bakar Batu yang semakin menghangatkan suasana. Terlebih lagi, gotong royong yang terpancar sepanjang kegiatan memperkuat tekad jemaat dan pemerintah mendorong kemajuan Mamberamo Tengah secara menyeluruh. [Red]









