Membentang di 3 Provinsi, Luas Taman Nasional Lorentz Tembus 2,4 Juta Hektare

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jayawijaya) | Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Balai Taman Nasional Lorentz mengonfirmasi luas kawasan konservasi tersebut. Kini, wilayah itu mencakup 2,4 juta hektare lahan. Bentangan alam masif ini meliputi 10 kabupaten di tiga provinsi baru di Papua.

Kepala Balai Manuel Mirino memberikan penjelasan mendalam mengenai hal tersebut. Ia menyebut wilayah operasional melintasi batas administratif tiga provinsi.

Luas Taman Nasional Lorentz mencapai 2,4 juta hektare yang meliputi 10 kabupaten dari tiga provinsi. Mengingat pengawasan sangat luas, kami membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat setempat,” ungkap Manuel di Wamena, Jumat (2/1).

Manuel menegaskan bahwa tugas pokok pihaknya berfokus secara eksklusif pada area di dalam hutan lindung tersebut. Ia menyampaikan bahwa petugas hanya menjaga kekayaan alam di dalam kawasan.

Dalam aturan pengawasan, kami hanya bertugas menjaga seluruh kekayaan alam yang berada di dalam Kawasan Nasional Lorentz. Wilayah di luar kawasan tersebut bukan menjadi wewenang kami,” jelasnya.

Selain sebagai area konservasi, lokasi ini juga menyimpan potensi besar wisata minat khusus. Puncak Trikora menjadi salah satu destinasi primadona di Kabupaten Jayawijaya. Tempat ini kerap menjadi incaran para pendaki dan penjelajah alam. Namun, Manuel mengakui bahwa pengelolaan wisata tersebut masih menghadapi tantangan.

Dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini, wisata minat khusus ini belum dapat diatur secara maksimal,” tambahnya.

Pihak Balai mengedepankan pendekatan humanis untuk melindungi sumber daya alam. Manuel memastikan pola pengamanan mengutamakan langkah preventif daripada tindakan represif.

Cara pendekatan yang kami lakukan adalah menjaga komunikasi dan koordinasi yang baik dengan masyarakat. Kegiatan perlindungan melibatkan warga lokal untuk menjaga kekayaan alam di dalamnya,” ujarnya.

Langkah ini terbukti efektif untuk memastikan pengamanan berjalan rutin tanpa konflik. Selain itu, pengawasan ini bertujuan menjaga kelestarian biodiversitas Lorentz yang mendunia. [Red]

Baca Juga :  Umat Katolik Meriahkan Karnaval Sinode Keuskupan Jayapura di Oksibil, Pegunungan Bintang

BERITA LAINNYA

Maraton Kunker Wapres Gibran di Papua: Dari Sekolah Rakyat Biak, Main Bola di Wamena, hingga Agendakan Yahukimo
Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena
Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN
Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan
Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas
Dana Desa Tahap II Distrik Apalapsili Cair, Penyaluran Dipusatkan di Bank Papua Elelim
Awal Tahun 2026, Stok BBM di Kenyam Nduga Dipastikan Aman dan Mencukupi
Awal Tahun Penuh Kasih: Satgas Yonif 408/Sbh Masuk Honai, Rajut Persaudaraan di Lanny Jaya
Berita ini 3 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:51 WIT

Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena

Senin, 12 Januari 2026 - 10:17 WIT

Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:40 WIT

Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:45 WIT

Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:42 WIT

Dana Desa Tahap II Distrik Apalapsili Cair, Penyaluran Dipusatkan di Bank Papua Elelim

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!