InfoMatoa, (Nduga) | Kabar duka menyelimuti korps TNI dan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Putra terbaik bangsa, Praka Satria Taopan, gugur saat menjalankan tugas negara. Beliau mengembuskan napas terakhir setelah terlibat kontak senjata dengan KKB di Papua Pegunungan pada Kamis (8/1).
Praka Satria Taopan merupakan anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan. Di kesatuannya, ia mengemban tugas sebagai Tamudi/Pool 3 Ton Ang Kima Yonif 100/PS. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan keluarga besar TNI.
Kronologi Kontak Tembak di Distrik Mebarok
Insiden maut tersebut meletus di Kampung Tetmid, Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga. Peristiwa ini bermula saat personel Satgas mendeteksi kehadiran 13 anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya. Pasalnya, kelompok bersenjata tersebut mulai mendekati posisi Tetmid sekitar pukul 08.45 WIT.
Baku tembak sengit pun pecah antara kedua belah pihak. Dalam kontak senjata tersebut, Praka Satria mengalami luka tembak yang berakibat fatal. Oleh karena itu, nyawa sang prajurit tidak tertolong meski petugas telah berupaya maksimal.
Suasana Haru di Rumah Duka Kota Kupang
Kabar duka ini segera sampai ke telinga keluarga di Kota Kupang. Ayah korban Dominggus Taopan dan ibu Dorkas Yohana tampak sangat terpukul. Selain itu, para kerabat mulai memadati rumah duka di Kelurahan Oepura sejak berita menyebar.
Isak tangis mewarnai kedatangan pelayat yang ingin memberi penghormatan terakhir bagi almarhum. Selanjutnya, para tetangga memanjatkan doa bersama demi ketenangan arwah sang prajurit. Mereka berharap keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
“Kami sangat kehilangan. Satria adalah sosok yang berdedikasi tinggi terhadap tugas dan keluarganya,” ungkap salah satu kerabat yang hadir di rumah duka.
Saat ini, jenazah almarhum masih berada di Papua untuk proses pemulasaran. Petugas segera mengurus administrasi militer sebelum menerbangkan jenazah kembali ke Kupang. Di sisi lain, aparat melaporkan situasi di Nduga masih dalam status Siaga Tempur.
Dansatgas Yonif 100/PS telah menginstruksikan pengamanan ekstra di sejumlah titik rawan. Langkah ini bertujuan mengantisipasi pergerakan susulan dari kelompok bersenjata tersebut. TNI tetap menjaga kewaspadaan tinggi demi stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan. [Red]









