InfoMatoa, (Nabire) | Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah (DKPT) terus menghidupkan kembali musik tradisional Papua yang sempat meredup. Melalui Lomba Musik Akustik Tradisional Papua, sebanyak 13 grup musik lokal tampil penuh semangat di GOR Kota Lama Morgo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, pada Jumat (24/10). Nabire yang kini menyandang status sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah menjadi pusat bangkitnya gerakan budaya tersebut. Pemerintah daerah turut mendukung kegiatan itu sebagai langkah memperkuat identitas di provinsi yang baru berkembang pesat.
Membangkitkan Semangat Musik Tradisional Era 80-an
Ketua Panitia Lomba, Aleksander Giyai, menjelaskan bahwa acara ini hadir untuk mengisi kevakuman musik tradisional yang telah berlangsung lama. Ia menyebut karya maestro budaya Papua, Arnold Ap, sebagai inspirasi utama yang mendorong pelestarian ini.
“Sejak era 1980-an, musik tradisional berkembang pesat lewat karya Arnold Ap. Kini kami ingin mengangkat kembali semangat itu di Papua Tengah.” ujar Aleksander.
Arnold Ap yang dikenal sebagai budayawan dan pendiri grup musik legendaris Mambesak, selama hidupnya berjuang mempertahankan nilai-nilai budaya asli Papua lewat lagu-lagu bermakna. Warisannya terus mengalir menjadi kebanggaan yang tidak boleh hilang. Karena itu, DKPT mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak melupakan akar seni mereka sendiri meski musik modern semakin mendominasi ruang hiburan.
Ajang ini semula menarik perhatian 17 grup musik, meskipun akhirnya hanya 13 grup yang berhasil tampil. Semua peserta menunjukkan ciri khas etnik dengan komposisi musik yang memadukan keaslian alat musik tradisional seperti tifa, ukulele, dan suling bambu.
Ajang Rutin Penguatan Aset Budaya
Kelompok musik Tigi Peku keluar sebagai juara pertama pada malam final tersebut. Mereka bersama para pemenang lainnya menerima hadiah berupa uang pembinaan, gitar, dan sertifikat penghargaan. Walaupun begitu, Aleksander menegaskan bahwa inti dari lomba ini lebih dari sekadar mencari juara. Ia berharap kegiatan ini menjadi media kebangkitan musik tradisional Papua Tengah yang patut dihargai dan dilestarikan bersama.
DKPT berencana menjadikan lomba akustik tradisional ini sebagai agenda rutin tahunan. Dengan skala yang lebih besar, program itu diharapkan semakin memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya musik tradisional dan mengantarkan karya mereka melangkah ke panggung nasional bahkan internasional. [Red]









