InfoMatoa, (Jayawijaya) | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus meningkatkan literasi iklim di Tanah Papua. Melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik 2025, BMKG memperkuat kapasitas petani di Kabupaten Jayawijaya agar mampu menghadapi tantangan perubahan cuaca. Kegiatan pembukaan berlangsung di lantai II Gedung Aithousa, Wamena, pada Sabtu (25/10), dan mengangkat tema “Cerdas Iklim, Pertanian Tangguh, Ketahanan Pangan Meningkat”. Program ini melibatkan sekitar 50 peserta yang mewakili berbagai instansi dan kelompok tani.
Dorong Petani Adaptif Menghadapi Perubahan Iklim
SLI Tematik 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Robert Rouw. Ia hadir bersama Ketua DPR Papua Pegunungan, Yos Elopere, serta Kepala Balai Wilayah V Papua, Yustus Rumakiek. Hadir pula perwakilan BMKG, TNI, dan Dinas Pertanian Jayawijaya. Pemerintah daerah melihat kegiatan ini sebagai momentum penting dalam pembangunan sektor pertanian.
Sekretaris Dinas Pertanian Jayawijaya, Sangkok Kerda, menyampaikan bahwa informasi iklim merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pertanian. Menurutnya, petani semakin dituntut untuk memahami dinamika cuaca agar produktivitas tetap terjaga.
“Petani tidak hanya menanam. Mereka perlu mengantisipasi perubahan iklim untuk meningkatkan hasil panen.” ujarnya.
Selanjutnya, Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Pusat, Marjuki, M.Si., memberikan sambutan secara virtual. Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim ekstrem memberikan tantangan besar bagi petani di wilayah pegunungan. Karena itu, BMKG terus menjelaskan informasi iklim secara sederhana supaya petani memahami setiap perubahan cuaca yang terjadi.
“SLI membantu petani memanfaatkan data iklim dalam praktik nyata di lapangan. Kolaborasi petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan BMKG sangat diperlukan.” tutur Marjuki.
Perkuat Ketahanan Pangan Papua Pegunungan
Robert Rouw menambahkan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang sudah dirasakan masyarakat. Oleh sebab itu, petani membutuhkan bimbingan yang tepat dalam mengelola lahan secara berkelanjutan.
“SLI adalah strategi penting menjaga ketahanan pangan dan kemandirian petani.” kata Robert.
Program Sekolah Lapang Iklim mendorong petani Jayawijaya menjadi agen perubahan. Selain itu, kegiatan ini mengajak mereka menerapkan teknologi dan informasi iklim dalam pengelolaan tanaman. Kehadiran BMKG di Jayawijaya mempertegas dukungan pemerintah dalam memperkuat pertanian lokal, sehingga ketahanan pangan di Papua Pegunungan semakin tangguh menghadapi perubahan iklim. [Red]









