InfoMatoa, (Mamberamo Raya) | Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mamberamo Raya terus mendorong pelaku usaha memahami sistem perizinan berbasis risiko. Sosialisasi ini berlangsung di Aula Kantor Distrik Mamberamo Raya, Kampung Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah, Selasa (29/10).
DPMPTSP menggelar kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko serta Pengawasan Perizinan Berusaha Otonomi Khusus Tahun 2025. Kepala DPMPTSP Kabupaten Mamberamo Raya, Jonatan Tandibua, S.T., M.T., memimpin langsung kegiatan tersebut. Kepala PTSP Kabupaten Mamberamo Raya, Yan Ibo, S.T., M.M., bersama perwakilan TNI, Polri, dan pejabat distrik juga turut hadir.
Dalam sambutannya, Jonatan Tandibua menegaskan pentingnya pemahaman sistem Online Single Submission – Risk Based Approach (OSS-RBA) bagi pelaku usaha di daerah. Ia menilai sistem ini mempercepat proses perizinan dan meningkatkan transparansi.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperluas kemudahan berusaha. Melalui OSS-RBA, izin usaha dapat diproses lebih cepat, mudah, dan terbuka sesuai tingkat risikonya.” ujarnya.
Jonatan juga menyebut Mamberamo Raya memiliki potensi besar di sektor perikanan, pertanian, pariwisata, dan jasa. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kerja sama dengan semua pihak guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Kami ingin pelaku usaha lokal dan Orang Asli Papua terlibat aktif membangun ekonomi daerah. Pertumbuhan investasi yang baik pasti mendorong kesejahteraan masyarakat.” tambahnya.
Sementara itu, Yan Ibo memaparkan tata cara membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) serta manfaatnya bagi pelaku usaha. Ia menjelaskan, setelah penerapan Undang-Undang Cipta Kerja, NIB berfungsi sebagai identitas usaha, Tanda Daftar Perusahaan, sekaligus akses kepabeanan. Dengan sistem ini, pelaku usaha cukup mengurus izin melalui satu pintu.
Melalui sosialisasi ini, DPMPTSP berharap pelaku usaha di Mamberamo Raya mampu mengurus izin secara mandiri dan memanfaatkan OSS-RBA secara optimal. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, ekonomi daerah dapat tumbuh lebih efisien, terbuka, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal. [Red]









