InfoMatoa, (Jayapura) | Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Cinta Indonesia (DPN Gercin Indonesia) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang mempertemukan pengurus dari enam provinsi di Tanah Papua. Acara berlangsung di Aula Lukmen II, Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura. Selain itu, sekitar 200 peserta dari jajaran DPN, DPD, serta DPC Gercin se-Tanah Papua hadir mengikuti kegiatan ini.
Penguatan Peran Organisasi
Rakornas tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Persatuan dan Mendorong Transformasi Pembangunan di Enam Provinsi Tanah Papua Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPN Gercin Indonesia, Hendrik Yance Udam, Jum’at (21/11).
Kemudian, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, Staf Khusus Menteri Pertahanan RI Letkol (Tit.) Dr. Lenis Kogoya, perwakilan Kemendagri, TNI–Polri, tokoh politik, serta unsur perbankan turut menghadiri kegiatan tersebut. Seluruh jajaran DPD dan DPC Gercin dari 42 kabupaten/kota di Tanah Papua juga hadir mengikuti Rakornas ini.
Dalam laporan panitia, Rakornas menjadi wadah sinkronisasi organisasi. Selain itu, panitia menegaskan tujuan kegiatan untuk memperkuat peran Gercin dalam mendukung arah pembangunan di Tanah Papua. Mereka berharap kegiatan ini menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah pusat dan daerah, terutama pada pemberdayaan masyarakat, stabilitas sosial, dan pembangunan sumber daya manusia Papua.
Ketua Umum Gercin, Hendrik Yance Udam, dalam sambutannya menegaskan bahwa Gerakan Cinta Indonesia lahir dari inisiatif masyarakat Papua. Ia juga menekankan komitmen memperkuat cinta tanah air dan ke-Indonesiaan.
“Papua dan Indonesia sedang diuji oleh berbagai tantangan ideologi. Namun Gercin tetap kokoh memegang nilai kebangsaan dan bergerak bersama seluruh anak bangsa. Kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan persoalan, dan kami memilih jalan persatuan,” ujarnya.
Relevansi Tema dan Arah Pembangunan
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menyampaikan bahwa tema Rakornas relevan dengan dinamika pembangunan Papua. Selain itu, menurutnya, pembentukan enam provinsi di Tanah Papua menjadi strategi pemerintah mempercepat pelayanan dan pemerataan pembangunan. Ia menjelaskan bahwa penguatan stabilitas wilayah membutuhkan partisipasi organisasi kemasyarakatan seperti Gercin.
“Rakornas ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang membantu pemerintah mewujudkan Papua yang maju, harmonis, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Wakil Gubernur.
Pembukaan Rakornas ditandai dengan penabuhan tifa oleh Wakil Gubernur Papua. Kegiatan kemudian berlanjut dengan sesi foto bersama, menyanyikan lagu Tanah Papua, dan ramah tamah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi serta rapat internal pimpinan Gercin se-Tanah Papua.
Dalam catatan penyelenggaraan, Rakornas menjadi momentum konsolidasi penting menjelang Kongres Gercin Indonesia tahun 2026. Selain itu, kegiatan ini memperkuat koordinasi organisasi dalam menyuarakan gagasan pembangunan dan kontribusi nyata bagi Tanah Papua serta Indonesia secara keseluruhan. [Red]









