InfoMatoa (Kota Jayapura) | Kodam XVII/Cenderawasih menggelar Kegiatan Coffee Morning yang menghadirkan sejumlah tokoh penting di Papua. Acara ini bertujuan memperkuat peran pemuda dalam mewujudkan kemandirian ekonomi serta pengembangan sumber daya manusia Papua yang maju dan sejahtera. Kegiatan berlangsung di Ballroom Lantai 2 Hotel Suni, Abepura, Kota Jayapura, Senin (1/12). Berbagai tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan perwakilan Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI) ikut hadir.
Dialog Pemangku Kepentingan dan Penguatan Peran Pemuda
Aster Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka P. memimpin kegiatan tersebut. Ia membuka acara dengan penghormatan kepada simbol negara dan doa bersama. Setelah itu, kehadiran Brigjen TNI Thevi A. Zebua, Ketua MRP Nerlince Wamuar Rollo, dan para pemangku kepentingan lain memperkuat dialog yang konstruktif mengenai masa depan pemuda Papua.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Thevi A. Zebua menegaskan bahwa pemuda Papua merupakan energi perubahan yang harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berkarya dan berinovasi.
“Pemuda Papua adalah aset bangsa yang memiliki kreativitas dan semangat perubahan. Bila diberdayakan dengan tepat, mereka bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama perubahan,” tegas Brigjen Thevi A. Zebua.
Ketua MRP Nerlince Wamuar Rollo juga menekankan pentingnya dialog dan konsolidasi lintas sektor dalam membangun Papua. Ia menyebut potensi pemuda harus ditopang dengan penguatan kapasitas lokal. Selain itu, ia menilai sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi perlu menjadi fokus bersama.
“Musyawarah adalah pondasi utama membangun Papua yang damai dan sejahtera. Pemuda harus mengambil bagian, bukan hanya menjadi penonton,” ujarnya.
Pemaparan Isu Strategis dan Harapan Masa Depan Papua
Berbagai pemateri memaparkan isu ekonomi kerakyatan dan penguatan kapasitas SDM. Mereka juga menggarisbawahi peluang besar pemuda Papua untuk menjadi penggerak ekonomi berbasis potensi lokal. Selain itu, pengembangan sektor perikanan, potensi laut, serta inovasi berbasis teknologi menjadi titik perhatian. Paparan ini menegaskan bahwa koperasi desa dan inisiatif kreatif dapat membuka ruang ekonomi baru bagi generasi muda.
Acara berlanjut dengan sesi diskusi dan penyerahan tali asih. Setelah itu, seluruh peserta menyanyikan lagu Bagimu Negeri sebagai simbol komitmen bersama menjaga persatuan dan pembangunan Papua.
Melalui kegiatan ini, para tokoh berharap muncul kolaborasi nyata yang memperkuat peran pemuda sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi dan SDM Papua. Mereka juga menilai ruang dialog semacam ini harus terus berlangsung. Dengan begitu, setiap gagasan dan inisiatif dapat berkembang menjadi kerja nyata yang mendorong Papua menuju masa depan yang lebih mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. [Red]









