InfoMatoa, (Keerom) | Suasana penuh semangat dan kehangatan terasa di Lapas Anak Kelas II Keerom, Kampung Bibiosi, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, saat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Tyas A. Fatoni, melakukan kunjungan kerja dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2025, Senin (28/7/2025). Kunjungan ini menjadi momen spesial bagi anak-anak binaan yang mendapat perhatian langsung dari tokoh perempuan Papua tersebut.
Mengangkat tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini diikuti sekitar 150 orang dan menjadi bagian dari pelaksanaan pemberian Pengurangan Masa Pidana (PMP) bagi anak binaan. Dalam sambutannya, Ny. Tyas menyampaikan bahwa anak-anak, termasuk yang sedang dalam masa pembinaan, tetap merupakan aset bangsa yang harus dirangkul dan dibimbing menuju masa depan yang lebih cerah.
“Pemberian pengurangan masa pidana ini adalah bentuk nyata perhatian negara. Anak-anak ini butuh kesempatan kedua, butuh dukungan moral dan lingkungan yang mendorong mereka menjadi lebih baik,” ujar Ny. Tyas di hadapan para peserta yang didominasi anak-anak binaan dan staf Lapas.
Ia juga memberikan pesan motivasi penuh semangat kepada para anak binaan agar tidak menyerah pada keadaan. Ia mendorong mereka untuk memanfaatkan waktu di Lapas untuk belajar, berlatih, dan memperkuat karakter.
“Kalian punya masa depan. Jadikan masa ini sebagai pelajaran, bukan hukuman. Suatu saat kalian bisa kembali dan membangun negeri ini,” pesannya penuh haru.

Sementara itu, Kepala Lapas Anak Kelas II Keerom, Sarlota Haay, SH, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian Ketua TP-PKK Papua. Menurutnya, kunjungan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak binaan dan juga motivasi tambahan bagi para petugas Lapas. Ia menegaskan komitmen untuk terus memberikan pembinaan terbaik, mulai dari pendidikan, keterampilan, hingga pembentukan karakter.
“Kami juga siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung reintegrasi sosial anak-anak ini setelah keluar dari sini. Yang mereka butuhkan adalah peluang, bukan penghakiman,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan tali asih berupa snack dan peralatan olahraga, seperti bola voli dan bola kaki, sebagai simbol dukungan dan kepedulian terhadap anak-anak binaan. Wajah-wajah ceria pun tampak menyambut momen ini dengan penuh antusias.
Kunjungan ini meninggalkan pesan kuat: bahwa setiap anak berhak untuk tumbuh, belajar, dan kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih kuat dan siap menyongsong masa depan yang gemilang. [Red]









