InfoMatoa (Kabupaten Fakfak) | Sebagai upaya peningkatan pemahaman sistem administrasi perpajakan melalui sistem Coretax dan peningkatan kompetensi dalam penggunaan aplikasi SAKTI Modul Bendahara, KPPN Fakfak menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pada Jumat, (25/7/2025). Kegiatan yang juga bertujuan menjaga kualitas pelaksanaan anggaran (IKPA) tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kaimana.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Papua Barat, Abdul Kobir. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara, khususnya oleh para bendahara satuan kerja.
“Administrasi perpajakan adalah pondasi akuntabilitas keuangan negara. Bendahara harus paham dan patuh agar pengelolaan anggaran tidak sekadar formalitas, tapi memberi dampak nyata,” tegas Abdul Kobir.
Lebih lanjut, Abdul Kobir menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari semangat kolaborasi Kemenkeu Satu. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa para bendahara mampu melaksanakan kewajiban perpajakan secara digital melalui Coretax serta menjaga kualitas IKPA di satuan kerja masing-masing.
“IKPA adalah cermin manajemen anggaran yang sehat. Melalui pelatihan ini, saya harap para bendahara makin siap menjaga output, serapan anggaran, serta pengelolaan UP dan TUP,” tambahnya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala KP2KP Kaimana, Kurnia Wahdi. Ia menjelaskan secara detail tata cara pelaksanaan kewajiban perpajakan menggunakan sistem Coretax dan melakukan demo langsung untuk memperkuat pemahaman peserta.
“Melalui demo aplikasi, peserta tidak hanya tahu teori, tapi bisa praktik langsung langkah-langkah yang wajib dipenuhi dalam pelaporan perpajakan,” ujar Kurnia Wahdi di hadapan peserta.
Materi berikutnya disampaikan oleh Yusuf Fajar, praktisi bendahara dari KPPN Fakfak, yang memberikan penyegaran terkait penggunaan SAKTI Modul Bendahara. Ia juga menyampaikan berbagai strategi untuk mengoptimalkan pengelolaan Uang Persediaan (UP) dan Tambahan Uang Persediaan (TUP), yang sangat memengaruhi capaian IKPA satuan kerja.
“UP dan TUP sering dianggap teknis, tapi sesungguhnya indikator ini punya bobot besar dalam nilai IKPA. Pengelolaan yang tertib akan sangat berdampak,” jelas Yusuf Fajar.
Secara umum, pelaksanaan kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan sesuai rencana. Kepala KPPN Fakfak, Samsudin, yang juga bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran acara. [Red]









