InfoMatoa, (Kota Jayapura) | Acara penutupan Festival Border Trader Fair Republik Indonesia–Papua New Guinea (RI–PNG) Tahun 2025 berlangsung meriah di area Netral Zone Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. (11/10)
Penutupan festival diawali dengan penampilan tarian tradisional dari Papua dan Papua New Guinea, menandai semangat persahabatan dan kerja sama lintas batas. Dalam sambutannya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, S.Pd., M.Soc.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas batas yang terjalin baik selama penyelenggaraan festival. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan sosial antarwarga perbatasan.
“Atas dasar persahabatan dan semangat kerja sama, Indonesia dan Papua New Guinea berhasil menyelenggarakan kegiatan ini dengan sukses untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perbatasan Province Sandawn PNG, Asley Wayne, menyebut Border Trader Fair sebagai kegiatan terbesar di kawasan perbatasan yang turut mendapat perhatian internasional. Ia berharap event ini dapat menjadi pintu pembuka kerja sama bilateral, terutama dalam memajukan potensi ekonomi lokal, promosi produk UMKM, serta mempererat hubungan sosial dan budaya melalui interaksi langsung antarwarga kedua negara.
Penutupan festival ditandai dengan penabuhan tifa bersama sebagai simbol berakhirnya kegiatan, disusul doa penutup dan panggung hiburan rakyat yang menampilkan kolaborasi seni budaya Indonesia dan Papua New Guinea. Seluruh rangkaian acara berjalan suka cita dan penuh semangat persaudaraan, menegaskan komitmen kedua negara untuk menjadikan perbatasan Skouw bukan sekadar titik pemisah, tetapi jembatan persahabatan dan pertumbuhan ekonomi kawasan Pasifik. [Red]









