InfoMatoa, (Kaimana) | Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal. Salah satu strategi utamanya adalah program “Kaimana Satu”, yang mengedepankan pengelolaan laut berbasis wilayah.
Kepala DKP Kaimana, Herliena Ubery, A.Pi., M.Si, menjelaskan bahwa wilayah laut Kaimana telah dipetakan ke dalam dua zona: perikanan budidaya dan perikanan tangkap.
Untuk budidaya, fokus diarahkan ke Distrik Kaimana dan Arguni Bawah, dengan rumput laut sebagai komoditas unggulan. Komoditas ini dinilai punya potensi ekonomi tinggi dan langsung berdampak pada nelayan kecil.
Sementara zona perikanan tangkap mencakup distrik Teluk Etna, Buruway, Kambrauw, Arguni Atas, Arguni Bawah, Kaimana, dan Yamor. Pembagian zona ini didasarkan pada karakteristik laut dan aktivitas nelayan setempat.
Herliena menekankan bahwa pendekatan berbasis wilayah bertujuan agar pengelolaan laut lebih fokus, efisien, dan berdampak langsung. Program ini juga mendukung visi pembangunan kelautan berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah akan memperkuat pelatihan, bantuan sarana budidaya, dan kelembagaan nelayan agar program ini berjalan profesional dan berkelanjutan. (Red)









