InfoMatoa, (Teluk Bintuni) | Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni kembali menghidupkan rencana besar pembangunan pelabuhan dan bandara sebagai infrastruktur strategis daerah. Setelah sempat tertunda pada masa pemerintahan sebelumnya, proyek ini kini ditegaskan sebagai prioritas utama oleh Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wabup Joko Lingara dalam kegiatan sosialisasi hasil Feasibility Study (FS) pembangunan pelabuhan dan bandara yang digelar di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati SP 3, Senin (8/9).
“Pelabuhan adalah impian masyarakat Bintuni, dan itu wajib hukumnya. Karena sudah tercantum dalam visi dan misi kami,” tegas Joko Lingara, yang akrab disapa Joling.
Bentuk Pokja Lintas OPD
Dalam kesempatan itu, Wabup Joko Lingara memerintahkan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) lintas OPD untuk mempercepat seluruh tahapan pembangunan. Pokja ini akan melibatkan perwakilan dari Dinas PUPR, Pertanahan, Lingkungan Hidup, Bappeda, Dishub, Kehutanan, serta instansi teknis lainnya.
“Kita libatkan semua pihak supaya tahapan pembangunan ini bisa berjalan serentak dan sinkron. Jangan kerja sendiri-sendiri,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pelayaran dan Penerbangan Dishub Teluk Bintuni, Marten Kilonresi, memastikan pembentukan Pokja akan rampung dalam waktu satu minggu ke depan.
Tahapan Pembangunan: Master Plan hingga Pelepasan Lahan
Menurut Marten, tahapan pembangunan meliputi penyusunan master plan, kajian lingkungan (Amdal), Detail Engineering Design (DED), serta pembahasan status dan pelepasan lahan. Ia menekankan bahwa proses pelepasan lahan sangat krusial agar pemerintah pusat dapat memberikan izin pembangunan konstruksi.
“Kami juga akan menyusun estimasi kebutuhan anggaran Pokja sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing, dan hasilnya akan kami laporkan ke Bupati dan Wakil Bupati,” jelas Marten.
Dorongan Ekonomi dan Konektivitas
Pembangunan pelabuhan dan bandara ini diharapkan menjadi titik balik pembangunan ekonomi dan konektivitas Teluk Bintuni. Dengan infrastruktur transportasi yang memadai, distribusi logistik dan mobilitas masyarakat diyakini akan meningkat, membuka peluang investasi baru, serta memperkuat posisi Teluk Bintuni sebagai wilayah strategis di Papua Barat. [Red]









