InfoMatoa, (Jayawijaya) | Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa pasokan uang tunai untuk kebutuhan masyarakat dan perbankan di wilayah Papua Pegunungan, termasuk Jayawijaya, tetap aman dan tercukupi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Perwakilan BI Papua, Faturachman, usai menghadiri pertemuan tingkat tinggi tim pengendalian inflasi daerah (TPTD) Provinsi Papua Pegunungan di Wamena, pada Kamis (11/9).
Untuk menjaga likuiditas, BI menerapkan dua strategi utama. Pertama, melalui kas titipan yang dikelola oleh Bank Papua.
“Di Wamena, kisaran uang yang dititipkan BI sekitar Rp200 miliar,” jelas Faturachman.
Secara total, terdapat tujuh kas titipan BI di berbagai wilayah di Papua dan Papua Barat Daya, termasuk Wamena, Merauke, Sorong, Serui, dan Biak. Angka yang dititipkan di tiap daerah disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas setempat.
Kedua, BI secara rutin mengadakan kas keliling untuk menarik uang yang tidak layak edar dari masyarakat, seperti uang yang sudah kumal, sobek, atau rusak. Uang tersebut kemudian diganti dengan uang baru. Program ini tidak hanya dilakukan di Wamena, tetapi juga di daerah lain di seluruh Papua Pegunungan. Tujuannya agar masyarakat tidak perlu khawatir dan dapat menukar uang lama mereka dengan uang baru yang layak edar.
Faturachman juga menegaskan bahwa jumlah uang yang beredar cukup untuk memenuhi kebutuhan perputaran ekonomi di Papua Pegunungan
“Yang pasti, nilainya besar, tapi tidak sampai triliunan. Untuk Wamena sendiri kisarannya sekitar Rp200 miliar,” ujarnya.
Selain memastikan ketersediaan uang, BI juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara merawat uang rupiah dengan baik, termasuk anjuran untuk tidak melipat, mencoret, atau merusak uang. Faturachman mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan penukaran uang resmi yang disediakan oleh BI dan perbankan, demi menjaga kualitas uang rupiah yang beredar. [Red]









