InfoMatoa, (Sarmi) | Bertempat di Balai Kampung Webro, Kelurahan Arbais, Distrik Pantai Barat, Kabupaten Sarmi, (12/9) berlangsung kegiatan sosialisasi Program Pemerintah dengan menghadirkan tokoh adat, pemerintah daerah, dan tokoh agama.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bernard Cawem, S.Pd, selaku Kepala Suku Isirawa sekaligus Ketua Dewan Adat Sarmi, dengan mengusung tema “Dengan Dukungan Masyarakat terhadap Program Pemerintah dan Dukungan Terciptanya Situasi Keamanan di Kabupaten Sarmi, Menuju Masyarakat Sarmi yang Sejahtera dan Mandiri”.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Yofef Aweta (Kepala Distrik Pantai Barat), Yosepina Cawem (anggota MRP), Abimelek Catur (Sekretaris Kampung Webro), Pdt. Yan Serto (Ketua Klasis GKI Apawer dan Arbais), serta para tokoh adat termasuk Ebos Catur (Ondoafi Webro) dan Otis Rensina (Ondoafi Karfasi).
Dalam penyampaiannya, Bernard Cawem menegaskan pentingnya masyarakat adat untuk mendukung program pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang kini telah hadir di Kabupaten Sarmi.
Sejumlah program unggulan Astacita Presiden Prabowo Subianto disebut telah berjalan, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, serta Pemeriksaan Kesehatan Gratis.
“Kita sebagai masyarakat adat yang mempunyai hak ulayat harus mendukung program ini, karena semua ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat, termasuk kita yang ada di sini,” ujarnya.
Bernard juga mengajak masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan melalui jalur adat dan mengutamakan terciptanya situasi aman, dengan menekankan bahwa keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh warga.
Senada dengan itu, Kepala Distrik Pantai Barat, Yofef Aweta, menekankan bahwa sejumlah program telah berjalan di wilayahnya, mulai dari koperasi merah putih, layanan kesehatan gratis, hingga pembangunan dapur MBG.
Ia mengapresiasi langkah Dewan Adat dalam mengedukasi masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah dan menjaga keamanan daerah.
Sementara itu, Pdt. Yan Serto menggarisbawahi peran agama dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan adat. Ia mengajak masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan negatif seperti mabuk-mabukan serta lebih aktif dalam kegiatan keagamaan dan pembangunan.
“Kami gereja mendukung sepenuhnya program pemerintah baik pusat maupun daerah,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, adat, dan gereja dalam mendukung program pembangunan sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Sarmi. [Red]









