InfoMatoa, (Merauke) | Pemerintah Kabupaten Merauke menggelar audiensi bersama para sopir angkutan umum di Ruang Auditorium Kantor Bupati, membahas pengawasan, penertiban, dan pengendalian distribusi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, S.H., LL.M, dan dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur.
Sebelumnya sejumlah sopir mengeluhkan kelangkaan BBM bersubsidi, praktik pengetapan, serta kurangnya kuota BBM di SPBU. Mereka mendesak adanya tindakan tegas, sistem zona, hingga pembuatan ID card khusus sopir angkutan.
Menanggapi hal itu, Bupati Merauke menyampaikan bahwa Pemkab telah membentuk Satgas Pengawasan BBM, namun pengawasan secara penuh tetap menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Papua Selatan berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014.
Kapolres Merauke menambahkan bahwa persoalan BBM ini bersifat kompleks dan membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk pengawasan distribusi di SPBU.
“Permasalahan BBM ini atau antrian ini merupakan permasalahan kompleks yang harus dibahas atau diselesaikan secara komprehensif oleh seluruh stakeholder” ucapnya.
Pihak Pertamina memastikan bahwa kuota BBM untuk Merauke saat ini masih mencukupi dan penyaluran telah diawasi ketat lewat sistem barcode dan CCTV terintegrasi.
Wakil Bupati Merauke juga menegaskan komitmen bersama dalam pembentukan forum pengawasan BBM yang juga melibatkan masyarakat. Ia juga menyinggung upaya penindakan yang telah dilakukan terhadap oknum penyalahguna BBM subsidi.
Adapun beberapa poin utama dalam audiensi tersebut adalah:
- Pembentukan Satgas Pengawasan BBM Bersubsidi yang melibatkan unsur pemerintah, aparat, sopir, dan masyarakat.
- Pembatasan kendaraan berplat luar daerah, agar pajak dan kuota BBM fokus pada wilayah Papua Selatan.
- Koordinasi dengan Pemprov Papua Selatan untuk penerbitan surat edaran resmi terkait kewenangan pengawasan BBM.
Audiensi ini menjadi langkah awal yang harus dilakukan untuk menuju pengelolaan distribusi BBM bersubsidi yang adil dan tepat sasaran di Kabupaten Merauke. [Red]