DPR Papua Tengah Gelar Dengar Pendapat Publik Bahas Pembangunan di Tengah Konflik

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 13:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Nabire) | DPR Papua Tengah melalui Pimpinan dan Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan mengadakan dengar pendapat publik bertema “Bisakah percepatan pembangunan Papua Tengah di tengah konflik? Mengurai konflik dan merumuskan solusi”, Senin (29/9).

Kegiatan yang berlangsung di Nabire itu menghadirkan Komnas HAM Papua, SKP Keuskupan Timika, perwakilan DPRK Intan Jaya, serta fasilitator John NR Gobai dan penanggap Yohanes Kemong. Forum ini membahas keterkaitan percepatan pembangunan dengan situasi konflik yang masih terjadi di wilayah Papua Tengah.

Baca Juga :  Sayembara Noken Papua Tengah: Merawat Identitas Budaya di Momen 24 Tahun Otsus

Anggota DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat dipisahkan dari realitas konflik.

Kalau konflik terus dibiarkan, maka percepatan pembangunan hanya akan jadi slogan. Kita harus bicara soal nyawa, soal SDM Papua yang hancur. Kalau ini skenario negara, maka negara sedang membunuh masa depan Papua,” tegas Gobai.

Sejumlah isu mengemuka dalam forum tersebut, di antaranya:

  • Penolakan penempatan pasukan non-organik di Papua Tengah.
  • Seruan penghentian perdagangan senjata dan amunisi di wilayah konflik.
  • Penegasan bahwa percepatan pembangunan tidak mungkin berjalan selama konflik berlangsung.
  • Kekhawatiran akan rusaknya sumber daya manusia Papua akibat konflik berkepanjangan.
  • Ajakan merangkul TPN-OPM dalam proses pembangunan.
  • Penekanan agar pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat, bukan hanya kepentingan elite.
  • Dorongan agar penyelesaian masalah Papua ditempuh melalui dialog, bukan kekerasan bersenjata.
Baca Juga :  Gelar Lomba Akustik Tradisional, DKPT Hidupkan Kembali Semangat Musik Arnold Ap di Nabire

Forum ini menegaskan bahwa pembangunan Papua Tengah bukan semata soal infrastruktur, tetapi juga menuntut keberanian untuk mendengar suara masyarakat dan menyembuhkan luka kemanusiaan yang masih membekas. [Red]

BERITA LAINNYA

Komisi IV DPRK Mimika Gelar Hearing Tahap I, Soroti Realisasi Program Perumahan 2025
BMKG Catat Angin Kencang Landa Mimika, Biak Waspadai Gelombang Tinggi
Bupati Mimika Tepati Janji, Bus Sekolah Layani Siswa SD Negeri 11 Tuapa
Polsek Miru Amankan Pelaku Pembacokan di Jalan Serui Mekar, Korban Masih Dirawat di RSMM
Pemprov Papua Tengah Salurkan Lampu Tenaga Surya untuk Warga Intan Jaya
Pemprov Papua Tengah Pastikan 801 Guru Lulus PPG, Pendidikan Jadi Prioritas Daerah
MRP Papua Tengah Desak Aparat Tegakkan Hukum atas Konflik Kwamki Narama
Pembangunan Pusat Pemerintahan Kaladiri Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Berita ini 5 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:34 WIT

Komisi IV DPRK Mimika Gelar Hearing Tahap I, Soroti Realisasi Program Perumahan 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:03 WIT

BMKG Catat Angin Kencang Landa Mimika, Biak Waspadai Gelombang Tinggi

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:35 WIT

Bupati Mimika Tepati Janji, Bus Sekolah Layani Siswa SD Negeri 11 Tuapa

Senin, 12 Januari 2026 - 07:57 WIT

Polsek Miru Amankan Pelaku Pembacokan di Jalan Serui Mekar, Korban Masih Dirawat di RSMM

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:14 WIT

Pemprov Papua Tengah Salurkan Lampu Tenaga Surya untuk Warga Intan Jaya

Berita Terbaru

Eropa - Amerika

Gedung Putih Tegaskan Sikap Trump soal Greenland Tetap Sama

Jumat, 16 Jan 2026 - 12:19 WIT

error: Content is protected !!