InfoMatoa, (Manokwari) | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Provinsi Papua Barat, bersama Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) memperkuat sinergi dalam membangun kehidupan sosial dan spiritual masyarakat guna mewujudkan Manokwari sebagai kota peradaban di Tanah Papua.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, dalam sambutannya saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) V BKAG Kabupaten Manokwari, Rabu (8/10), menegaskan bahwa BKAG merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga pilar sosial kemasyarakatan dan memperkuat nilai-nilai iman di tengah masyarakat.
“BKAG harus menjadi lembaga yang mempersatukan, bukan yang menimbulkan perpecahan di antara denominasi. Pemerintah dan gereja perlu berjalan beriringan membangun masyarakat yang beriman dan sejahtera,” ujar Bupati Hermus Indou.
Menurutnya, Musker BKAG menjadi wadah penting untuk melahirkan kepemimpinan gerejawi yang visioner, berintegritas, dan mampu menjadi teladan dalam memperkuat persatuan umat serta memperkokoh kerja sama dengan pemerintah daerah. Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan di lembaga keagamaan agar program pembangunan dapat berjalan berkelanjutan.
Bupati Hermus menilai, tema Musker BKAG “Bersatu dan Bertumbuh dalam Kristus untuk Memberkati Manokwari” mengandung makna teologis dan filosofis yang kuat dalam memperkuat persaudaraan dan kedamaian di Manokwari.
“Firman Tuhan dalam Yohanes 17 mengingatkan agar semua menjadi satu supaya dunia percaya kepada Kristus. Kesatuan itulah yang menjadi dasar keselamatan sekaligus sarana menghindari potensi konflik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BKAG Manokwari, Pdt. Hugo Warpur, menegaskan bahwa BKAG hadir sebagai wadah pemersatu seluruh gereja di Manokwari untuk memperkuat kesaksian bersama di bawah kasih Kristus.
“Tujuan BKAG bukan menonjolkan perbedaan, tetapi memperkuat kebersamaan agar terang Injil terus bersinar di Tanah Papua Barat, khususnya di Manokwari sebagai Kota Injil,” tutur Pdt. Hugo Warpur.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Manokwari dan Pemprov Papua Barat, terutama terhadap kebijakan pelaksanaan ibadah bulanan di Kantor Bupati sebagai wujud sinergi antara iman dan pelayanan publik.
“Langkah ini merupakan terobosan positif dalam menghidupkan nilai-nilai rohani di lingkungan pemerintahan. Kami berharap program ini terus berlanjut dan melibatkan seluruh perangkat daerah,” katanya.
Menjelang pemilihan pengurus baru BKAG periode 2025–2030, Pdt. Hugo mengajak seluruh peserta menjaga suasana musyawarah yang sejuk, penuh kasih, dan dilandasi tanggung jawab rohani.
“Semoga pemimpin yang terpilih benar-benar pribadi yang dipilih Tuhan untuk melanjutkan pelayanan yang memperkuat persatuan gereja dan masyarakat Manokwari,” ujarnya.
Sinergi antara Pemkab Manokwari dan BKAG diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan manusia yang beriman, berkarakter, dan berkeadaban, sejalan dengan cita-cita menjadikan Manokwari sebagai kota peradaban dan pusat terang iman di Tanah Papua.
[Red]









