InfoMatoa, (Jayapura) | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jayapura menyelenggarakan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Gedung Serba Guna Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura, Herlambang Hudha, S.Si., M.Si., memimpin langsung kegiatan ini. Warga dari berbagai kampung di Distrik Muara Tami turut hadir dan berpartisipasi aktif.
Meningkatkan Kesiapsiagaan Warga Perbatasan
Acara tersebut menghadirkan Wakil Wali Kota Jayapura Ir. Dr. H. Rustam Saru, M.M., Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Nelly Florida Riama, M.Si., serta Kepala BBMKG Wilayah V Papua Yustus Rumakiek, S.Si. Selain itu, BPBD, Dinas Kominfo, dan pemerintah kampung juga ikut mendukung kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas lembaga ini memperlihatkan komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana.
Herlambang Hudha menjelaskan bahwa sekolah lapang ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga di wilayah perbatasan RI–PNG.
“Melalui pendidikan dan latihan yang berkelanjutan, masyarakat bisa memahami cara melindungi diri serta membantu sesama saat bencana datang.” ujarnya.
Ia juga mengajak peserta untuk terus menyebarkan pengetahuan kebencanaan agar manfaatnya dirasakan secara luas.
Edukasi Mitigasi di Wilayah Rawan
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Riama, menilai bahwa wilayah Jayapura hingga perbatasan RI–PNG termasuk kawasan aktif gempa. Karena itu, ia mendorong masyarakat agar lebih siap dan tanggap.
“Gempa tidak bisa kita prediksi, tetapi kesiapsiagaan yang baik dapat mengurangi risikonya.” jelasnya.
Menurutnya, peserta sekolah lapang perlu menjadi penggerak mitigasi di lingkungan masing-masing.
Dukungan dari Pemerintah Kota
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustam Saru, secara resmi membuka kegiatan tersebut.
“Dari Holtekamp hingga Skouw, masyarakat harus memahami langkah penyelamatan diri. Edukasi seperti ini sangat penting untuk keselamatan bersama.” katanya.
Ia memastikan pemerintah kota akan terus mendukung upaya edukasi kebencanaan bersama BMKG.
Selanjutnya, kegiatan berlanjut dengan pemukulan tifa, pemutaran video edukatif, serta simulasi evakuasi. Melalui kegiatan ini, BMKG Jayapura menumbuhkan kesadaran masyarakat pesisir agar selalu siaga, tangguh, dan siap menghadapi ancaman gempa maupun tsunami. [Red]









