InfoMatoa, (Merauke) | Pemerintah Kabupaten Merauke meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke di SMK Negeri 2 Merauke, Jalan Kamizaun, pada Senin (27/10). Kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Papua Selatan. Langkah ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menekankan pembangunan manusia Indonesia secara merata.
Bupati Merauke, Yosep B. Gebze, S.H., LL.M., memimpin langsung acara peresmian tersebut. Ia hadir bersama Hj. Gus Adib Fuad (Anggota DPD RI Dapil Papua Selatan), Fauzun Nihaya, S.HI., M.H. (Wakil Bupati Merauke), serta perwakilan TNI-Polri dan lembaga keagamaan. Selain itu, sebanyak 103 siswa bersama orang tua mereka juga menghadiri kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan rasa kebersamaan.
Simbol Gotong Royong dan Pemerataan Pendidikan
Dalam sambutan yang membacakan amanat Presiden, Hj. Gus Adib Fuad memberikan apresiasi atas berdirinya Sekolah Rakyat Terintegrasi 77. Ia menilai sekolah tersebut menjadi simbol nyata semangat gotong royong bangsa dalam memperluas akses pendidikan di wilayah timur Indonesia.
“Sekolah rakyat bukan hanya tempat belajar membaca dan menulis, tetapi ruang hidup tempat anak-anak belajar nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan cinta tanah air.” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Merauke Yosep B. Gebze menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan mudah dijangkau. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting bagi keberhasilan program tersebut.
“Peresmian ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti komitmen kita bersama untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi semua anak bangsa.” kata Yosep.
Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan
Lebih lanjut, Yosep menuturkan bahwa sekolah rakyat ini membantu keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh pendidikan layak tanpa beban biaya besar. Ia juga menekankan pentingnya program tersebut sebagai model bagi daerah lain untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Dengan demikian, keberadaan sekolah ini dapat mempercepat pemerataan pendidikan di wilayah selatan Papua.
Acara peresmian sekolah rakyat terintegrasi merauke berlangsung meriah. Rangkaian acara mencakup doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari para tokoh, serta penyerahan simbolis siswa dari orang tua kepada pemerintah daerah. Sebagai penutup, panitia menggelar pemotongan pita asrama putra dan putri, lalu meninjau fasilitas sekolah bersama para tamu undangan.
“Kami ingin sekolah ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan berkualitas bisa diakses oleh siapa pun, tanpa terkecuali.” tutup Bupati Yosep.
[Red]









