InfoMatoa, (Nabire) | Maraknya aktivitas perjudian togel di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, di mana bandar togel mengelola seluruh kegiatannya secara terbuka, semakin memicu keresahan masyarakat. Sejumlah warga menilai praktik jual beli kupon togel kini berlangsung terbuka tanpa pengawasan ketat dari aparat penegak hukum.
Seorang warga Pasar Karang Nabire menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.
“Barang itu (togel) jelas ilegal, tapi pelakunya bebas beroperasi di depan umum. Ini sangat berdampak buruk bagi anak-anak kami.” ujarnya, Rabu (29/10).
Ia pun meminta pihak kepolisian untuk segera menindak para pelaku dan bandar yang meresahkan masyarakat.
“Bapak Kapolda, Bapak Kapolres, tolong bertindak. Jangan biarkan penyakit masyarakat ini terus berkembang.” tegasnya.
Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Papua, Yerry Basri Mak, turut menyoroti lemahnya pengawasan aparat terhadap praktik perjudian togel. Ia mengungkapkan bahwa aktivitas penjualan kupon kini terjadi di kawasan Karang Mulia, Wonorejo, hingga titik-titik lain di Nabire tanpa hambatan berarti.
“Peredaran togel di Nabire sudah seperti kegiatan resmi. Orang bisa beli kupon secara terbuka tanpa rasa takut sedikit pun.” ungkap Yerry dalam pernyataan tertulisnya.
Yerry menegaskan bahwa beberapa pihak mungkin terlibat dalam melindungi jaringan togel tersebut.
“Kondisinya sudah seperti di Texas, perjudian seolah dilegalkan. Padahal ini penyakit sosial yang bisa menghancurkan ekonomi masyarakat secara luas.” tegasnya.
Lebih lanjut, Yerry meminta Kapolres Nabire segera mengusut dan menangkap bandar utama yang disebut warga dengan inisial Bantar atau Bing, yang ia nilai mengendalikan jaringan togel di wilayah itu.
“Perjudian togel bukan sekadar melanggar hukum, tapi juga merusak moral dan masa depan generasi muda. Polisi harus bergerak cepat menutup semua titik togel.” pungkasnya.
Warga Nabire kini berharap kepolisian segera menindak tegas para pelaku dan menutup seluruh jaringan perjudian togel. Warga menekankan agar polisi bertindak cepat untuk menjaga ketertiban, moral, dan masa depan masyarakat di Kabupaten Nabire.
[Red]









