InfoMatoa, (Waropen) | Pemkab Waropen bersama Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Waropen melaksanakan peletakan batu pertama Tugu Injil di Pulau Nau, Distrik Waropen Bawah, (2/11). Kegiatan ini menjadi tonggak penting untuk memperingati sejarah masuknya Injil ke Tanah Waropen. Selain itu, kegiatan ini memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat setempat.
Wakil Bupati Waropen, Ketua Klasis GKI Waropen, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Kampung Pulau Nau beserta jajaran, Ketua Bamuskam, Sekretaris Adat Pulau Nau, dan masyarakat Pulau Nau menghadiri acara tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Waropen menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan bersejarah itu. Ia menegaskan bahwa pembangunan tugu bukan hanya proyek fisik. Melainkan, pembangunan tugu merupakan bentuk penghargaan terhadap iman dan sejarah penyebaran Injil di Waropen.
“Hari ini bukan sekadar momentum pembangunan sebuah tugu, tetapi tanda peringatan sejarah iman yang telah meletakkan dasar kehidupan rohani masyarakat Waropen. Masuknya Injil ke tanah ini membawa terang keselamatan dan nilai Kristiani yang mengubah wajah masyarakat menjadi beriman, berpengharapan, dan penuh kasih,” ujar Wakil Bupati.
Ia menambahkan bahwa tugu ini menjadi simbol penghargaan bagi para misionaris dan tokoh iman yang berjuang membawa kabar keselamatan ke Waropen. Selain itu, tugu ini juga menjadi pengingat bagi generasi muda. Dengan demikian, Wabup mengharapkan generasi muda tetap menjaga semangat pelayanan dan kasih dalam membangun daerah.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa pembuka. Selanjutnya, Ketua Klasis GKI Waropen, Wakil Bupati Waropen, Sekretaris Adat Pulau Nau, serta perwakilan masyarakat dari tiga kampung—Pulau Nau, Somingga, dan Awaso—meletakkan batu pertama. Setelah itu, Ketua Panitia Pembangunan Tugu, Ketua Klasis GKI Waropen, dan Wakil Bupati Waropen menyampaikan arahan singkat. Kemudian, acara sesi foto bersama menutup rangkaian acara tersebut.
Peletakan batu pertama menandai awal pembangunan Tugu Peringatan Masuknya Injil di Waropen. Selain itu, tugu ini diharapkan menjadi monumen rohani sekaligus ikon wisata sejarah dan keagamaan. Lebih jauh, tugu memperkuat identitas kultural dan mempererat persaudaraan antarumat beragama di wilayah tersebut. [Red]









