InfoMatoa, (Biak Numfor) | Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Biak, David Rumansara, menekankan peran masyarakat Papua dalam pembangunan dan dukungan terhadap program pemerintah saat ia memimpin Tatap Muka dan Sosialisasi Bersama Masyarakat Kampung Bosnik Sup, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, pada 3/11. Acara ini berlangsung di kediamannya di Jalan Raya Marauw dan dihadiri tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Acara dimulai dengan doa pembuka oleh Pdt. Onesimus Usior. Setelah itu, David Rumansara menyampaikan pesan dan arahan kepada peserta. Ia menekankan pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan semangat cinta tanah air untuk membangun Papua yang damai dan maju. Dengan cara ini, masyarakat dapat melihat pentingnya peran mereka dalam menjaga solidaritas dan keamanan lingkungan.
“Kemajuan tidak dapat dicapai hanya dengan kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga keamanan lingkungan dan mempererat solidaritas di antara masyarakat.” ujarnya.
Selain itu, Rumansara mengajak masyarakat mendukung pembangunan nasional dengan menyukseskan berbagai program pemerintah. Program tersebut antara lain Program Makan Bergizi Gratis, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Program Sekolah Rakyat. Ia menambahkan bahwa program-program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta memperluas akses pendidikan dan kesehatan bagi warga Papua. Oleh karena itu, peran masyarakat Papua menjadi sangat penting untuk mewujudkan keberhasilan program-program tersebut.
“Mari kita bersatu, saling mendukung, dan ambil bagian dalam mewujudkan Papua yang sejahtera. Bersama rakyat, pemerintah kuat. Bersama pemerintah, rakyat berdaulat.” tegasnya.
Selanjutnya, kegiatan berlanjut dengan pembagian paket sembako kepada warga dan deklarasi dukungan terhadap program pemerintah. Kemudian, doa penutup dan makan bersama menutup acara dengan suasana hangat dan penuh persaudaraan.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah. Selain itu, kegiatan menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya partisipasi aktif dalam pembangunan di Tanah Papua. [Red]









