InfoMatoa, (Merauke) | Ikatan Perempuan Muyu Merauke (IPMM) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II di Aula Kasuari Hotel Halogen, Merauke, pada Jumat (7/11). Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Peran Serta Perempuan Muyu untuk Maju Bersama dalam Mengisi Pembangunan di Kabupaten Merauke” serta subtema “Meningkatkan Kualitas Perempuan Muyu dan Nilai-Nilai Adat Istiadat Menuju Perubahan.”
Kebangkitan Organisasi dan Peran Perempuan Muyu
Maria Salome Kanden, S.Sos., Ketua IPMM Merauke, memimpin Musda II. Sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah, Ketua MRPS Damianus Katayu, Kepala Dinas Kominfo Merauke Thomas Kimko, Pastor Hendrikus Kariwop, Anggota DPR Provinsi Papua Selatan Aloysius Jopeng, serta tokoh perempuan daerah lainnya, hadir untuk memberikan dukungan langsung pada kegiatan ini. Dalam sambutannya, Maria menekankan bahwa Musda II menjadi momentum kebangkitan organisasi setelah enam tahun mengalami kevakuman. Oleh karena itu, ia mendorong pembangunan kembali semangat kekeluargaan dan kebersamaan di antara perempuan Muyu.
“IPMM pernah mengalami dinamika dan kevakuman cukup panjang, namun hari ini kita bangkit. Selain itu, perempuan Muyu harus berpikir strategis dan maju agar dapat melahirkan kader-kader tangguh yang mampu bersaing di berbagai bidang,” ujarnya.
Maria juga meminta seluruh anggota menghapus sikap-sikap yang merugikan organisasi. Dengan demikian, ia mengajak anggota bersatu membangun IPMM menjadi wadah yang kuat dan berdaya. Selain itu, Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah menyampaikan apresiasi atas semangat kebangkitan organisasi. Ia menilai perempuan memiliki peran penting dalam keberhasilan pembangunan daerah. Lebih lanjut, ia menekankan perlunya dukungan semua pihak untuk memperkuat peran perempuan di Merauke.
“Perempuan Muyu adalah bagian dari perempuan-perempuan luar biasa yang telah terlibat langsung dalam pembangunan di Merauke. Oleh karena itu, kami berharap dari Musda ini lahir perempuan-perempuan yang berani tampil di berbagai bidang, baik legislatif, eksekutif, maupun lembaga publik lainnya,” kata Fauzun.
Selain itu, pemerintah daerah siap menjadi mitra organisasi perempuan agar mereka terus berkolaborasi dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Merauke.
Rangkaian Kegiatan dan Harapan Masa Depan
Musda II dibuka secara simbolis melalui pemukulan tifa bersama oleh Wakil Bupati dan para tamu undangan. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan fragmen monolog tentang perempuan Muyu, dan diakhiri dengan lantunan lagu “Tanah Papua” yang memperkuat nilai budaya lokal. Dengan demikian, Musda II IPMM Merauke menjadi langkah awal bagi perempuan Muyu untuk memperkuat solidaritas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menggali potensi dan melestarikan nilai-nilai adat dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan cara ini, kegiatan diharapkan membangun masa depan yang lebih berdaya bagi perempuan Papua Selatan. [Red]









