InfoMatoa, (Teluk Wondama) | Anggota DPR Papua Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, daerah pemilihan (Dapil V Kaimana–Teluk Wondama), Irsan Lie, melaksanakan masa reses sejak 28 Oktober hingga 4 November 2025. Dalam kegiatan ini, Irsan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat basis data kelompok produktif. Ia juga memperkenalkan mekanisme pengajuan aspirasi yang selaras dengan siklus APBD Provinsi Papua Barat.
Reses di Berbagai Titik Strategis
Reses digelar di beberapa titik strategis di Kabupaten Kaimana dan melibatkan beragam elemen masyarakat. Mereka antara lain komunitas kesukuan, Perbakin, kelompok ibu-ibu pasar, nelayan, petani, serta warga di sejumlah kampung dan distrik.
“Fokus utama reses kali ini adalah menyampaikan hasil tindak lanjut aspirasi yang sudah diperjuangkan, menyerap aspirasi baru dari komunitas lokal, sekaligus mensosialisasikan mekanisme pengajuan aspirasi sesuai siklus APBD dan regulasi penyalurannya,” ujar Irsan Lie.
Irsan juga mendata kelompok masyarakat produktif, termasuk nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil. Data ini akan menjadi dasar pemetaan kebutuhan dan penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Realisasi Aspirasi dan Program Mendatang
Irsan mewujudkan sejumlah aspirasi masyarakat dengan menyalurkan bantuan untuk rumah ibadah, komunitas kesukuan, pemuda dan olahraga. Ia juga menyediakan air bersih di Distrik Argun Bawah dan Distrik Yamor, membangun drainase serta jalan di beberapa titik, dan menyerahkan alat tangkap nelayan untuk memperkuat ekonomi pesisir.
Ke depan, Irsan akan memfokuskan arah kerja pada penguatan ekonomi mikro dan pengembangan komoditas lokal unggulan. Salah satu prioritasnya adalah bantuan modal usaha bagi pedagang kecil agar daya tahan ekonomi keluarga wong cilik meningkat.
Program pembibitan tanaman pala juga menjadi perhatian utama. Kabupaten Fakfak, yang memiliki pengalaman teknis dalam mengatasi kendala budidaya seperti umur panen panjang dan identifikasi jenis kelamin tanaman, akan menjadi model bagi pengembangan program ini.
Seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses akan dituangkan dalam Pokok Pikiran (Pokir) DPR Papua Barat. Irsan akan memperjuangkannya melalui alat kelengkapan dewan (AKD), termasuk Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi IV.
“Kita tidak hanya menyerap aspirasi, tapi juga membangun basis data dan memperjuangkannya melalui jalur resmi DPR. Ini bukan sekadar laporan, melainkan peta kerja untuk tahun-tahun ke depan,” tegas Irsan.
Irsan menegaskan bahwa kegiatan reses ini merupakan wujud nyata komitmen Fraksi PDI Perjuangan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat secara sistematis, terukur, dan berpihak pada masyarakat kecil serta Orang Asli Papua (OAP) sebagai fondasi pembangunan daerah. [Red]









