InfoMatoa, (Manokwari) | PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya mendukung peningkatan akses dan konektivitas masyarakat di wilayah timur Indonesia. Salah satu proyek strategis yang beroperasi sejak 2024 adalah pembangunan Jalan Kwatisore–Kampung Muri di Provinsi Papua Tengah. Jalan ini menjadi bagian dari jaringan Jalan Trans Papua.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa proyek dengan nilai kontrak Rp138,2 miliar memiliki dampak signifikan terhadap mobilitas dan ekonomi masyarakat setempat.
“Jalan Kwatisore–Kampung Muri mendukung Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2023 tentang Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua Tahun 2022–2041. Pengerjaan proyek ini wujud nyata upaya Waskita Karya mendorong pemerataan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujar Ermy dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (6/11).
Menurut Ermy, proyek ini memangkas waktu tempuh dari Nabire ke Manokwari menjadi sekitar 14 jam, dari sebelumnya 36 jam. Dengan konektivitas baru, arus barang, jasa, dan mobilitas manusia menjadi lebih efisien.
“Peningkatan konektivitas antardaerah penting. Selain mempermudah perjalanan masyarakat, jalan ini juga memperlancar distribusi alat kesehatan, sarana pendidikan, dan bahan pangan,” jelasnya.
Sebelum proyek selesai, penduduk Kwatisore hanya bisa menuju Nabire lewat jalur laut karena jalan darat belum memadai. Kini, dengan ruas jalan baru sepanjang 16,38 kilometer, masyarakat menikmati akses darat yang lebih cepat dan aman.
Ermy menambahkan, Waskita Karya tetap menjaga standar kualitas tinggi dan menerapkan prinsip green construction selama pembangunan di kawasan hutan.
“Pengiriman material di lapangan menantang, tetapi seluruh proses tetap berkualitas. Kami juga menerapkan konstruksi hijau untuk menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Ermy.
Untuk mempercepat pembangunan akses dan konektivitas masyarakat, Waskita Karya menggunakan inovasi box precast pada struktur saluran penyeberangan (crossing). Inovasi ini pertama kali diterapkan di Papua Tengah.
“Kami bangga membangun jalan yang membuka keterisolasian daerah. Kini, pengiriman barang dan jasa lebih mudah, berpotensi menggerakkan perekonomian lokal,” kata Ermy.
Ke depan, Waskita Karya berkomitmen mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Sebagai BUMN konstruksi berpengalaman lebih dari 64 tahun, Perseroan menegaskan dukungan terhadap program pembangunan pemerintah tetap menjadi prioritas utama. [Red]









