InfoMatoa, (Merauke) | Suasana sukacita menyelimuti Kabupaten Merauke pada Senin (1/12). Pemerintah Provinsi Papua Selatan mencanangkan Bulan Natal Desember 2025 dan melepas Christmas Parade bertema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga.” Kegiatan berlangsung di Lapangan Kapsul Waktu dan berakhir di Lapangan Mandala. Jenderal TNI (Purn) Damari Chaniago selaku Menko Polkam RI memimpin acara tersebut bersama Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra selaku Kepala BIN.
Acara ini diikuti sekitar 2.500 peserta parade dari berbagai elemen masyarakat. Gubernur Papua Selatan Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., dan Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, S.H., LL.M., turut hadir mendampingi jalannya rangkaian kegiatan.
Rangkaian kegiatan diawali doa pembuka. Setelah itu, Gubernur Apolo Safanpo menyampaikan pernyataan pencanangan Bulan Natal dan mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut.
“Pada hari Senin, tanggal 1 Desember 2025, pukul 09.11 WIT, Pencanangan Bulan Natal Desember 2025 saya nyatakan dibuka,” tegas Apolo Safanpo.
Dalam sambutannya, Menko Polkam Damari Chaniago mengapresiasi partisipasi penuh masyarakat Papua Selatan dalam mempersiapkan rangkaian acara. Ia menilai dukungan tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.
“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Papua Selatan, Forkopimda, dan seluruh masyarakat yang mempersiapkan acara ini. Kita dapat melihat kegiatan ini berjalan sangat baik dan penuh antusias,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Papua Selatan merupakan rumah bagi seluruh masyarakat Papua. Selain itu, ia menambahkan komitmen pemerintah pusat untuk menjaga keamanan dan mendukung pembangunan wilayah tersebut.
Prosesi berlanjut dengan sesi foto bersama. Setelah itu, panitia melepas parade secara resmi, dan kegiatan berlangsung meriah hingga peserta tiba di Lapangan Mandala. Panitia kemudian menutup acara dengan laporan dan hiburan.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap momentum pencanangan Bulan Natal dan Christmas Parade tidak hanya menjadi perayaan seremonial. Selain itu, pemerintah ingin kegiatan ini memperkuat nilai persaudaraan, solidaritas, dan kedamaian di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pemerintah mengajak seluruh masyarakat Papua Selatan untuk semakin merasakan kasih Tuhan dalam kehidupan sosial. Selain itu, pemerintah mendorong mereka menjaga harmonisasi dan ketenteraman sebagai fondasi pembangunan daerah. [Red]









