APBD Teluk Bintuni 2026 Diproyeksikan Turun, Total Anggaran Rp2,5 Triliun

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 09:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Teluk Bintuni) | Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 menurun. Total APBD diperkirakan sebesar Rp2,5 triliun. Angka ini lebih kecil dibandingkan APBD Induk Tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp3 triliun.

Proyeksi Pendapatan Daerah 2026

Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, menyampaikan proyeksi ini dalam pidato pengantar Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun 2026. Ia menyampaikan hal tersebut pada pembukaan Rapat Paripurna DPRK Teluk Bintuni di Ruang Sidang Utama Kantor DPRK Teluk Bintuni, Kilometer 6, Distrik Bintuni, Senin (15/12).

Dalam pemaparannya, Wakil Bupati menjelaskan bahwa pendapatan daerah Teluk Bintuni Tahun 2026 terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp126 miliar dan pendapatan transfer dari pemerintah pusat lebih dari Rp2,4 triliun. Selain itu, ia menekankan bahwa dana transfer masih mendominasi struktur pendapatan daerah.

Perkembangan pendapatan daerah Kabupaten Teluk Bintuni pada Tahun 2026 secara umum sangat bergantung pada situasi perekonomian nasional,” ujar Joko Lingara.

Menurutnya, dana transfer mencapai sekitar 95,10 persen, sedangkan kontribusi PAD hanya 4,90 persen dari total pendapatan. Oleh karena itu, pemerintah daerah menekankan perlunya strategi pendapatan yang lebih mandiri.

Baca Juga :  Kejari dan DPMK Fakfak Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Korporasi di Pengelolaan APBK Kampung

Pemerintah daerah menetapkan tema pembangunan Tahun 2026 sebagai: “Penguatan SDM dan Lingkungan Pendukung menuju Bintuni Smart dan Inovatif”. Tema ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan visi serta misi Bupati Teluk Bintuni periode 2025–2029.

Prioritas Belanja Daerah dan Strategi Pemanfaatan Anggaran

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni merencanakan belanja APBD 2026 untuk meningkatkan pelayanan publik, membangun infrastruktur, memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan, serta mendorong ekonomi kerakyatan. Namun, penurunan pendapatan daerah membatasi ruang fiskal karena pemerintah tetap harus memenuhi kewajiban mandatory spending.

Selain itu, pemerintah mengurangi alokasi dan distribusi belanja daerah ke masing-masing perangkat daerah. Pemerintah mengambil langkah tersebut karena pendapatan tahun 2026 lebih rendah daripada APBD Perubahan Tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp3,1 triliun. Akibat penyesuaian ini, pemerintah belum dapat melaksanakan sejumlah kebijakan dan program secara optimal pada Tahun 2026.

Baca Juga :  Dinkes Papua Barat Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Pelajar dan Guru di Manokwari Selatan

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan tugas pokok secara lebih selaras dengan rencana pembangunan daerah. Dengan strategi ini, belanja daerah difokuskan pada kegiatan mendesak, prioritas, dan benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, pemerintah mengarahkan strategi belanja APBD 2026 untuk mencapai penyerapan anggaran optimal. Langkah ini bertujuan mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi berkualitas, termasuk menangani dampak ekonomi serta menyediakan jaring pengaman sosial.

Secara keseluruhan, pemerintah memproyeksikan belanja daerah sebesar Rp2,5 triliun. Dengan anggaran ini, pemerintah berharap pembangunan daerah mendapat dampak positif. Selain mendorong pemulihan ekonomi, pemerintah berharap anggaran ini dapat menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian Kabupaten Teluk Bintuni ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan.[Red]

BERITA LAINNYA

Babinsa Koramil 1803-01/Fakfak Pererat Kemanunggalan TNI–Rakyat Melalui Komsos di Kampung Purwasak
Pemkab Manokwari Pastikan Pendidikan Gratis Tetap Berjalan Meski Anggaran Dipangkas
Pemkab Manokwari Tertibkan Kios Liar Pelabuhan Jelang Pesparawi 2026, Pedagang Dapat Santunan
BPK Temukan Dua Masalah Serius Layanan Kesehatan di Teluk Wondama: Tenaga Medis Terbatas, Sarpras Belum Memadai
Bupati Hasan Achmad Tegaskan Komitmen Percepatan SDM Kaimana Lewat Pendidikan, 24 Mahasiswa RPL Unimuda Diyudisium
Polres Fakfak Tegaskan Zero Tolerance Penyimpangan Anggaran, Kapolres: Setiap Rupiah adalah Amanah Rakyat
Ratusan Muslimah Wahdah Islamiyah Teluk Bintuni Ikuti Daurah Ramadhan, Siap Sambut Bulan Suci dengan Ilmu dan Akhlak
Pemkab Pegunungan Arfak Dorong Pendirian BUMD, Strategi Percepat Pembangunan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Berita ini 3 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:41 WIT

Babinsa Koramil 1803-01/Fakfak Pererat Kemanunggalan TNI–Rakyat Melalui Komsos di Kampung Purwasak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 07:48 WIT

Pemkab Manokwari Pastikan Pendidikan Gratis Tetap Berjalan Meski Anggaran Dipangkas

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:09 WIT

Pemkab Manokwari Tertibkan Kios Liar Pelabuhan Jelang Pesparawi 2026, Pedagang Dapat Santunan

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:17 WIT

BPK Temukan Dua Masalah Serius Layanan Kesehatan di Teluk Wondama: Tenaga Medis Terbatas, Sarpras Belum Memadai

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:46 WIT

Bupati Hasan Achmad Tegaskan Komitmen Percepatan SDM Kaimana Lewat Pendidikan, 24 Mahasiswa RPL Unimuda Diyudisium

Berita Terbaru

Kota Jayapura

Pertamina Patra Niaga Papua Dorong Budaya Sadar Bencana Pada Sekolah

Sabtu, 17 Jan 2026 - 07:59 WIT

Eropa - Amerika

Gedung Putih Tegaskan Sikap Trump soal Greenland Tetap Sama

Jumat, 16 Jan 2026 - 12:19 WIT

error: Content is protected !!