InfoMatoa, (Manokwari Selatan) | Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk pelajar dan guru SD hingga SMP di Kabupaten Manokwari Selatan.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 5–7 November 2025. Petugas memulai kegiatan dari SMP Negeri 2 Ransiki dan menyasar beberapa sekolah di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Feny Mayana Paisey, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini mendorong pelajar dan guru menerapkan kebiasaan hidup bersih sejak dini.
“Kami selenggarakan selama tiga hari, 5–7 November 2025, dimulai dari SMP Negeri 2 Ransiki,” ujar dr. Feny di Manokwari, Jumat (7/11).
Petugas kesehatan memeriksa kolesterol, asam urat, dan gula darah, serta menimbang dan mengukur tinggi badan pelajar. Langkah ini membantu memantau pertumbuhan dan mendeteksi risiko stunting sejak dini.
Selain pemeriksaan kesehatan gratis, petugas mengedukasi siswa tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk cara mencuci tangan dan menyikat gigi dengan benar.
“Kami membagikan sabun mandi, sikat gigi, dan pasta gigi kepada pelajar, serta memberikan layanan pengobatan dasar dan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga bagi guru,” tambahnya.
Dr. Feny menekankan bahwa kebiasaan PHBS sejak dini mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup generasi muda. Ia menegaskan bahwa pihaknya aktif memperkuat program kesehatan berbasis masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
“Layanan pemeriksaan dan edukasi kesehatan ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi pelajar dan guru, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat secara luas,” jelasnya.
Kepala SD Negeri 8 Oransbari, Wasi, menyambut positif kegiatan ini. Ia menilai pemeriksaan dan edukasi PHBS membantu guru memantau kondisi kesehatan siswa secara dini.
“Kadang siswa terlihat diam di kelas, padahal mungkin tidak sehat. Kegiatan ini membantu kami mengetahui gangguan mata, telinga, atau kondisi lain yang dialami siswa,” ungkap Wasi.
Ia berharap kegiatan serupa digelar secara rutin. Dengan begitu, guru dapat lebih cepat mengenali dan menindaklanjuti masalah kesehatan siswa selama proses belajar mengajar.
Dengan kegiatan ini, Dinas Kesehatan Papua Barat menegaskan komitmennya menghadirkan layanan promotif dan preventif di seluruh jenjang masyarakat, khususnya pelajar sebagai generasi penerus bangsa. [Red]









