Persiapkan Hadapi Ancaman Bencana, Tim Reaksi Cepat dan Relawan Ikuti Pelatihan BPBPK Pegunungan Bintang

- Jurnalis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 20:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Pegunungan Bintang) | Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kabupaten Pegunungan Bintang menyelenggarakan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana bagi Tim Reaksi Cepat (TRC) dan relawan, Jumat (1/8/2025), di Distrik Oksibil.

Kegiatan ini dipimpin oleh Plt. Kepala BPBPK Hironimus Setamanki dan diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga. Dalam sambutannya, Hironimus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bersama, terlebih di tengah potensi ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran hutan, dan angin kencang.

Baca Juga :  Masyarakat Kampung Gurika Dukung Program Unggulan Pemerintah di Lanny Jaya

“Kami terus berupaya melakukan mitigasi di berbagai wilayah rawan, mulai dari pemetaan, penyuluhan, hingga pembentukan tim reaksi cepat. Namun, kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBPK Yulius Galla menekankan bahwa pelatihan ini memiliki empat fokus utama, yaitu: mengurangi risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat penanganan darurat, dan mendukung pemulihan pascabencana.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsagaan BPBPK, Sherly. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk bencana alam yang dapat terjadi di wilayah pegunungan serta strategi mitigasi yang dapat diterapkan, baik melalui pembangunan fisik maupun edukasi masyarakat.

Baca Juga :  Ikatan Keluarga Tabi Yahukimo Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2025–2028

Materi mencakup upaya pengurangan risiko bencana banjir, longsor, gempa bumi, kebakaran, hingga angin kencang — termasuk pentingnya tata ruang berbasis risiko dan desain bangunan tahan bencana.

Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mencakup praktik langsung teknik evakuasi darurat sebagai bentuk simulasi kesiapsiagaan di lapangan. Kegiatan diakhiri sekitar pukul 15.50 WIT dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta. (Red)

BERITA LAINNYA

Maraton Kunker Wapres Gibran di Papua: Dari Sekolah Rakyat Biak, Main Bola di Wamena, hingga Agendakan Yahukimo
Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena
Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN
Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan
Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas
Dana Desa Tahap II Distrik Apalapsili Cair, Penyaluran Dipusatkan di Bank Papua Elelim
Awal Tahun 2026, Stok BBM di Kenyam Nduga Dipastikan Aman dan Mencukupi
Membentang di 3 Provinsi, Luas Taman Nasional Lorentz Tembus 2,4 Juta Hektare
Berita ini 5 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:12 WIT

Maraton Kunker Wapres Gibran di Papua: Dari Sekolah Rakyat Biak, Main Bola di Wamena, hingga Agendakan Yahukimo

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:51 WIT

Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena

Senin, 12 Januari 2026 - 10:17 WIT

Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:40 WIT

Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:45 WIT

Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!