InfoMatoa, (Pegunungan Bintang) | Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pegunungan Bintang menggelar Doa Bersama dan kegiatan Bakar Batu di Gereja Sion GIDI Oksibil pada Jumat (18/10). Acara itu berlangsung khidmat dengan tema “Kondusifitas Wilayah Kunci Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Pegunungan Bintang.”
Doa Bersama dan Rasa Syukur
Ketua FKUB Kabupaten Pegunungan Bintang, Pdt. Dr. Anselmus Taplo, memimpin langsung jalannya kegiatan. Ia turut mengundang tokoh lintas gereja, tokoh adat, tenaga pendidik, pelajar, dan masyarakat dari berbagai denominasi gereja di Oksibil. Dalam sambutannya, Pdt. Taplo mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang memampukannya menyelesaikan studi doktoral. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi tanggung jawab moral untuk terus berkontribusi bagi kemajuan masyarakat Pegunungan Bintang.
“Keamanan, kedamaian, dan persatuan menjadi fondasi utama pembangunan di daerah perbatasan. Semua warga, baik asli maupun pendatang, memiliki hak dan tanggung jawab yang sama untuk membangun daerah ini.“ujarnya.
Peran Lintas Sektor dalam Harmoni
Selanjutnya, Pdt. Taplo menekankan pentingnya peran semua sektor dalam menjaga harmoni serta memperkuat pembangunan. Ia mendorong masyarakat agar berperan aktif sesuai bidang masing-masing.
“Anak-anak harus tekun belajar, ASN melayani dengan hati, tokoh agama menuntun umat, petani dan tenaga kesehatan bekerja tanpa pamrih, serta aparat menjaga keamanan. Semua punya peran dalam menciptakan kesejahteraan bersama.“katanya.
Selain itu, ia juga menyampaikan dukungan penuh FKUB terhadap program nasional pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Kedua program itu, menurutnya, mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan gizi anak-anak di wilayah pedalaman.
“Kita perlu menjaga stabilitas agar program nasional berjalan baik dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Pegunungan Bintang.“tambahnya.
Komitmen untuk Daerah Kondusif
Sebagai bentuk komitmen bersama, FKUB Pegunungan Bintang menegaskan tekad menjaga keamanan, budaya, dan keharmonisan sosial di wilayahnya.
“Kami memastikan pembangunan dan program pemerintah pusat maupun daerah berjalan maksimal demi terwujudnya Pegunungan Bintang yang cerdas, sehat, mandiri, berbudaya, dan tertata rapi.“tegas Pdt. Taplo mewakili FKUB.
Kegiatan berakhir dengan makan bersama melalui prosesi bakar batu. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan antarumat. Selain mempererat tali persaudaraan, momen tersebut juga memperkuat semangat gotong royong yang menjadi dasar keharmonisan di Pegunungan Bintang. [Red]









