InfoMatoa, (Pegunungan Bintang) | Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang terus memperkuat perlindungan generasi muda melalui sosialisasi ketentraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat desa yang digelar pada Jumat (24/10) di Kantor Distrik Kalomdol. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah serta aparat penegak hukum. Dengan cara ini, pemerintah menciptakan lingkungan sosial yang aman dan tertib. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran warga untuk berperan aktif.
Sinergi Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum
Kepala Distrik Kalomdol, Yanto Wayam, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMPK), DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Polres Pegunungan Bintang. Tujuannya adalah melindungi masyarakat dari ancaman sosial. Misalnya, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan perilaku menyimpang lainnya. Selain itu, sosialisasi ini menekankan peran aktif masyarakat untuk mencegah perilaku yang merugikan.
Kepala Dinas DPMPK Kabupaten Pegunungan Bintang, Andreas Tapyor, SE., M.Sos, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga masa depan generasi muda.
“Kami menyadari akar persoalan sosial meliputi kemiskinan, minimnya lapangan kerja, keterbatasan akses pendidikan, dan lemahnya pengawasan. Oleh karena itu, kita harus bekerja sama untuk mencari solusi berkelanjutan,” ujarnya
Peran Aktif Masyarakat dan Penegakan Hukum
Anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Dedenip Jefrin Singpanki, ST, menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung program pemerintah.
“Keberhasilan program tidak tercapai tanpa dukungan tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, kita harus bahu-membahu melindungi generasi muda dari narkoba, minuman keras, dan perilaku menyimpang,” tegasnya
Kasat Narkoba Polres Pegunungan Bintang, Ipda Leonard Panjaitan, S.H., menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk pemberantasan narkoba.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Namun, dengan dukungan masyarakat, kita bisa mewujudkan Pegunungan Bintang yang bersih dari narkoba,” ujarnya
Kegiatan sosialisasi ini mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Selain itu, kegiatan memperkuat peran keluarga serta lembaga adat dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, sehat, dan berintegritas. Dengan kata lain, sosialisasi ini menjadi fondasi pembinaan sosial yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, program edukasi berkelanjutan, serta pengawasan berbasis masyarakat, Pemkab Pegunungan Bintang menargetkan terciptanya lingkungan sosial yang aman, beretika, dan bebas dari ancaman sosial. [Red]









