InfoMatoa, (Mamberamo Tengah) | Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar rapat perdana dalam rangka penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mamberamo Tengah dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Ilugwa, Senin (29/7/2025), bertempat di Aula Keuangan, Kompleks Kantor Bupati, Distrik Kobakma.
Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 30 peserta dari berbagai perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial, PUPR, Kesehatan, Kominfo, serta unsur kepolisian dan distrik. Rapat dipimpin oleh Plh Kepala Dinas Bappeda, Darlun, S.T., MT., dan menghadirkan narasumber dari konsultan perencana, PT. Cipta Dimensi Ruang.
Dalam sambutannya, Darlun menekankan keterlibatan lintas sektor dalam tahap awal penyusunan dokumen tata ruang. Ia berharap forum ini mampu menghimpun berbagai masukan yang diperlukan untuk memperkuat arah perencanaan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Melalui forum ini, kita menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan, agar program dan kegiatan dalam RTRW Mamberamo Tengah menjadi lebih tepat guna,” ujarnya.
Sementara itu, Armin Rida, perwakilan dari PT Cipta Dimensi Ruang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. KLHS diposisikan sebagai instrumen penting untuk memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan diintegrasikan sejak awal perencanaan tata ruang.
“Dokumen RDTR sangat strategis dalam upaya mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan berkeadilan,” kata Armin.

Ir. Isnani Fatmasari Abbas, ST., MT., selaku narasumber, memaparkan bahwa KLHS disusun melalui proses analisis yang sistematif dan partisipatif. Dalam forum ini, peserta diminta memberikan masukan terhadap identifikasi awal isu-isu lingkungan dan arah pembangunan berkelanjutan di Kota Ilugwa.
Tahapan penyusunan mencakup pembentukan tim, analisis kebijakan, konsultasi publik, validasi provinsi, hingga pendokumentasian akhir. Isnani juga menekankan pentingnya pemutakhiran data lokal dan pengalaman langsung para pemangku kepentingan untuk memperkuat substansi dokumen.
Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok terfokus (FGD) dan pengumpulan masukan dari peserta. Seluruh rangkaian berlangsung hingga pukul 14.44 waktu setempat dan ditutup dengan doa serta foto bersama.
Rapat ini menjadi langkah awal yang krusial dalam proses perencanaan ruang yang tidak hanya berpihak pada pertumbuhan fisik wilayah, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan hidup dan daya dukung lokal di Kabupaten Mamberamo Tengah dan Kota Ilugwa. [Red]









